FIFA Bela Wasit Laga Argentina vs Mesir, Ini Penjelasannya

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:00:00 WIB

celotehriau.com – FIFA membela kinerja wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir.

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan seluruh keputusan diambil secara independen dan membantah tudingan adanya keberpihakan kepada tim juara dunia tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah Mesir melayangkan protes keras menyusul kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina. Dalam pertandingan tersebut, Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol sebelum memastikan kemenangan lewat gol Enzo Fernandez pada menit-menit akhir.

Menurut Collina, kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal yang wajar dalam sepak bola. Namun, ia menegaskan tuduhan yang mempertanyakan integritas perangkat pertandingan tidak dapat dibenarkan.

"Diskusi konstruktif mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun, tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga ini," kata Collina.

Ia juga menepis anggapan wasit dapat dipengaruhi pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Tidak seorang pun dapat mempertanyakan integritas wasit Piala Dunia FIFA. Tidak seorang pun dapat mengeklaim kinerja wasit FIFA dapat dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh presiden FIFA," tegasnya.

Collina mengingatkan tuduhan tanpa bukti dapat berdampak serius karena berpotensi memicu ancaman terhadap keselamatan wasit maupun keluarga mereka.

Seusai tersingkir dari Piala Dunia 2026, Mesir menilai sejumlah keputusan wasit merugikan mereka. Pelatih Hossam Hassan bahkan menduga terdapat tekanan agar Argentina tetap bertahan di turnamen.

Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Mesir menyatakan beberapa insiden penting dalam pertandingan memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi dan keadilan keputusan wasit yang dinilai memengaruhi hasil akhir laga.

Salah satu keberatan utama adalah dianulirnya gol Mostafa Ziko pada babak kedua. Mesir menilai tidak terjadi pelanggaran dalam proses gol tersebut. Selain itu, mereka menganggap Mohamed Salah seharusnya mendapat pelanggaran setelah menerima tekel beberapa saat sebelum Argentina mencetak gol penentu kemenangan.

Alasan VAR Menganulir Gol Mesir
Collina menjelaskan bahwa sistem video assistant referee (VAR) telah bekerja sesuai protokol. VAR merekomendasikan peninjauan karena menemukan pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez pada fase serangan yang berujung gol Mesir.

"Kami menilai itu adalah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut terlihat jelas atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR berhak melakukan intervensi," ujar Collina.

Ia juga membela keputusan untuk tidak memberikan hadiah penalti kepada Mesir menjelang gol kemenangan Argentina. Menurut penilaian wasit dan VAR, kontak antara Mohamed Salah dan Julian Alvarez masih tergolong duel normal dalam sepak bola.

"Menginjak kaki lawan adalah pelanggaran. Namun, jika seorang bek lebih dahulu memainkan bola lalu terjadi kontak yang masih dalam batas normal, itu bukan pelanggaran," jelasnya.

Meski mengakui beberapa keputusan dalam sepak bola tetap mengandung unsur subjektivitas, Collina menegaskan FIFA puas dengan penerapan VAR sepanjang Piala Dunia 2026.

Menurutnya, teknologi tersebut telah membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat dan konsisten, sekaligus menjaga integritas pertandingan di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Terkini