ROHIL (celotehriau.com) – Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) tidak mau kecolongan. Negeri Seribu Kubah itu menetapkan status darurat hingga November mendatang.
Wakil Bupati Rohil Jhony Charles memimpin apel kesiapsiagaan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lapangan MTQ Komplek Perkantoran Batu 6, Kota Bagansiapiapi, Kamis (6/8/2026).
Apel tersebut dihadiri Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi, Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, Kajari Rohil Firdaus, Danyon B Satbrimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, Kepala BPBD Rohil, unsur Forkopimda, para Kapolsek jajaran serta perwakilan instansi terkait.
Dalam amanatnya, Wabup Jhony Charles menyampaikan peringatan serius. Berdasarkan data BMKG, jumlah hotspot di Kabupaten Rohil periode 1 Januari hingga 4 Agustus 2026 mencapai 475 titik.
Ia menegaskan, Rohil termasuk wilayah rawan Karhutla di Riau. Dengan kondisi lahan yang mengering dan keterbatasan sumber air, potensi kebakaran diprediksi akan meningkat.
"Dampak Karhutla juga sangat besar, kerusakan hutan produktif, kabut asap, gangguan kesehatan, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Untuk merespons ancaman ini, Pemkab Rohil bersama Forkopimda telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui SK yang berlaku 18 Februari sampai 18 November 2026.
Dalam kesempatan itu, Wabup menekankan 3 hal utama dalam 15 poin amanatnya yakni mengoptimalkan seluruh sumber daya mulai dari Camat, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat wajib patroli dan sosialisasi.
Dengan tanggap cepat 1x24 jam setiap indikasi titik api sekecil apapun harus segera ditangani sebelum meluas.
"Kawasan hutan mangrove di Rohil harus dijaga. Ini pelindung ekosistem pesisir dan penyangga lingkungan," tegas Wabup.
Mengingat sebagian besar wilayah Rohil adalah lahan gambut, Wabup juga meminta penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan untuk memberikan efek jera.
"Pemerintah sudah berupaya maksimal. Tapi keberhasilan ada di tangan kita semua. Mari jaga hutan dan lahan. Jangan bakar. Laporkan jika ada titik api," pungkasnya .
Usai apel, kegiatan dilanjutkan simulasi pemadaman Karhutla sebagai uji kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
Apel ini merupakan tindak lanjut Rakor Penanggulangan Karhutla 8 April 2026. Keterlibatan TNI, Polri, BPBD, perusahaan, dan masyarakat menunjukkan terbangunnya sinergitas yang harus terus ditingkatkan.