786 Santri Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu Terdampak Kebakaran, Polisi Salurkan Bantuan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:22:00 WIB

KAMPAR (celotehriau.com) - Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar Kiri gerak cepat memberikan bantuan pasca terbakarnya Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (10/8/2026) malam.

Dipimpin Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Zuhri Siregar, personel menyalurkan bantuan sosial (bansos) sekaligus bergotong royong membersihkan puing-puing pascakebakaran, Selasa (11/8/2026).

Rusyandi tiba di lokasi disambut Pimpinan Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu, Buya Junaidi, bersama para santri dan santriwati.

Di kesempatan itu, diserahkan sejumkah bantuan kebutuhan pokok untuk membantu para penghuni pondok pesantren.

Rusyandi mengatakan, bantuan yang diserahkan berupa 17 karung beras SPHP ukuran 5 kilogram, 20 papan telur ayam, 10 bungkus mi instan, 30 kotak teh, 10 kilogram gula pasir, serta dua kardus minyak goreng Minyakita.

Selain menyerahkan bantuan, personel Polsek Kampar Kiri juga berkoordinasi dengan pihak pondok terkait kondisi para santri pascakebakaran.

"Berdasarkan data yang diterima kepolisian, Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu memiliki 443 santri dan 343 santriwati. Dengan demikian, total penghuni pondok pesantren mencapai 786 orang," ujar Rusyandi.

Asrama yang terbakar merupakan asrama santri laki-laki. Terdapat 290 kamar dengan ukuran masing-masing sekitar 2 meter x 2 meter. Dari 290 kamar tersebut, sebanyak 221 santri tercatat sebagai penghuni kamar yang terbakar.

Usai penyerahan bantuan dan koordinasi, personel Polsek Kampar Kiri bersama para santri dan santriwati melaksanakan gotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran di lokasi.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di kompleks Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kobaran api pertama kali diketahui oleh dua santri, Furqon (14) dan Wahid (14), yang saat itu melintas di sekitar asrama.

Api kemudian dengan cepat menjalar karena bangunan asrama terbuat dari kayu dan berbentuk bangunan terpisah. Sebanyak 290 kamar asrama terbakar.

Petugas pemadam kebakaran dari perusahaan sekitar dan dinas terkait turut membantu proses pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.10 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, para santri diketahui sedang melaksanakan salat Isya di masjid. 

Sementara penyebab kebakaran pondok pesantren dengan kerugian materil ditaksir Rp 3 miliar itu masih dalam penyelidikan Polsek Kampar Kiri.

Terkini