PEKANBARU (celotehriau.com) - Kemunculan hotspot (titik panas) di wilayah Sumatra kian meningkat. Hari ini 1.104 titik terdeteksi di pulau Andalas itu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 titik terpantau di Provinsi Riau.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, menjelaskan bahwa hotspot di Riau paling banyak berada di kabupaten Pelalawan, yakni 71 titik. Selebihnya tersebar di Indragiri Hilir sebanyak delapan titik, Kampar empat titik, Dumai tiga titik, Indragiri Hulu tiga titik, Rokan Hulu dua titik, Bengkalis dua titik, Kepulauan Meranti dua titik, serta Kuantan Singingi satu titik.
Dengan demikian, Pelalawan menyumbang sekitar 73 persen dari total hotspot yang terpantau di Riau.
Secara regional, jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 1.104 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 528 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung 221 titik, Riau 97 titik, Lampung 98 titik, Jambi 83 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Bengkulu 16 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara sembilan titik, dan Sumatera Barat lima titik.
Di tengah kondisi tersebut, cuaca Riau pada Sabtu diprakirakan didominasi udara kabur hingga cerah berawan pada pagi hari. Siang hingga sore hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan.
Pada malam hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Memasuki dini hari, sebagian wilayah Riau kembali diprakirakan mengalami udara kabur hingga cerah berawan.
Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50–95 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Sementara itu, kondisi perairan Riau relatif aman bagi aktivitas pelayaran dari sisi ketinggian gelombang. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau berada dalam kategori rendah.