Oleh : Desi Melza,S.Hum
(Pegiat Literasi Islam Pekanbaru)
Dewasa ini peredaran narkoba tak ada hentinya. Ada saja gebrakannya dalam penyebaran barang haram tersebut. Dulunya peredaran narkoba secara konvensional yaitu adanya zat atau barang yang diperjualbelikan dengan berbagai macam cara pemakaian dan alat bantu yang mendukung. Jauh berbeda ketika jaringan narkoba mulai berinovasi dalam penyebaran dalam bentuk zat yang disebarkan. Etomidate merupakan obat bius golongan I yang belakangan makin dikenal luas ketika pemakaiannya bersamaan dengan vape. Rokok elektrik yang diisi dengan cairan likuid. Hal ini semakin membuat penyebaran etomidate yang berbentuk likuid tidak mudah terdeteksi.
Etomidate yang disalahgunakan melalui vape merupakan obat bius atau anestesi yang penggunaannya seharusnya dilakukan melalui suntikan intravena. BNN mengingatkan penyalahgunaan zat tersebut dapat menimbulkan risiko serius. Kapuslab BNN Brigjen Pol Supiyanto menjelaskan etomidate bekerja cepat sehingga membuat seseorang kehilangan kesadaran atau tertidur.(kumparan.com,21/09/2026)
Dari berita di atas bahwa penyebaran narkoba kian masif dan dengan zat yang lebih bervariatif. Apalagi vape saat ini sudah menjadi tren dikalangan anak muda. Padahal banyak efek negatif dari penggunaan vape tersebut. Tidak semua tren mesti diikuti dan sebaiknya lebih waspada terhadap apapun yang akan dikonsumsi, karena jaringan narkoba mencari celah yang dapat merusak generasi muda dengan cara apapun.
*Generasi Muda Jauh Dari Islam*
Kehidupan hari ini adalah buah dari pemahaman kebanyakan orang. Ketika pemahaman yang menancap di tengah-tengah masyarakat adalah sekulerisme maka setiap sendi kehidupan akan dijauhkan dari Islam. Dengan segala macam tren yang muncul dan mempengaruhi gaya hidup orang banyak, maka tren tersebut digunakan hanya sebagai tameng ketika mereka merasa jenuh bahkan stres terhadap hidupnya. Sudah jelas jika sekulerisme menjauhkan akidah yang benar di tengah-tengah generasi. Akidah yang seharusnya mampu menjadi benteng utama menjalankan keimanan terutama dalam bersikap dan berperilaku. Inilah yang akan menjadi tolok ukur dalam perbuatan mereka. Benar dan salah dilihat dari standar pemahaman yang salah dan jauh dari Islam.
Ditambah lagi dengan standar kehidupan yang bergantung kepada materi semata, vape dan narkoba merupakan alat bisnis dalam meraup keuntungan. Sistem kehidupan saat ini menggiring masyarakat untuk membuka ruang industri selagi memiliki keuntungan. Dengan mudahnya menciptakan sebuah pasar dan mencari peminatnya untuk sebuah bisnis narkoba tumbuh subur dalam sistem kufur.
Kondisi ini membuat penyebaran vape dan narkoba kian meluas. Tanpa adanya regulasi yang benar-benar memaksa untuk dihentikan. Ketika standar hidup adalah materi maka bisnis haram pun menjadi ladang cuan bagi mereka. Seharusnya dengan kekuatan sebuah negara yang benar ingin menjaga generasi, maka pola pikir harus dibentuk kepada pola pikir yang benar. Sehingga negara mampu menjaga peredaran narkoba yang makin luas ini dengan aturan yang membuat jera. Tidak hanya sebatas pelarangan dalam bentuk RUU saja namun dengan tindakan yang nyata.
*Islam Sebuah Penjagaan Yang Kokoh*
Generasi muda saat ini sudah benar-benar jauh dari Islam. Segala standar kehidupan mereka tidak melekat kepada Islam. Padahal Islam sudah mengatur seluruh lini kehidupan yang akan membuat generasi ini makin kuat menghadapi tantangan serangan pemikiran. Segala sesuatu yang haram harusnya dijauhkan dari kehidupan. Namun, ketidakpahaman tersebut tetap mereka lakukaa sesuatu yang haram bahkan merusak. Termasuk narkoba ini yang jelas-jelas merusak akal, pikiran bahkan sampai menyebabkan kematian.
Penjagaan terhadap diri sendiri berupa akal yang sehat dan fisik yang tidak memasukkan benda haram ke dalamnya, merupakan wujud syukur kita kepada Sang Pencipta. Karena dengan pemikiran segala hal yang kita miliki hanyalah dari Allah SWT wajib kita jaga. Apapun yang masuk kedalam tubuh pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Hanya Islam yang mampu membentuk pola pikir seperti ini sehingga selalu berhati-hati dalam berbuat.
Generasi yang kuat bisa dibentuk dengan sistem yang kuat pula. Adanya sistem pendidikan yang berbasis Akidah Islam yang menjadi benteng terhadap pembentukan karakter sebuah generasi. Akidah Islam membentuk pola pikir yang islami dan pola sikap yang islami sehingga menghasilkan seseorang dengan kepribadian Islam. Sungguh jauh berbeda dengan sistem pendidikan sekuler yang menganggap pencapaian akademik hanya tujuan saja tanpa membetuk adab terbaik di setiap individu.
Sistem pendidikan Islam hanya bisa dibentuk ketika Islam benar-benar sudah diterapkan dalam menjalani kehidupan. Semua aturan yang dipakai merupakan Syariat dari Allah SWT yang bersumber dari Al-Qur’an dan As -Sunnah. Islam diterapkan di dalam negara yang mengatur seluruh aktifitas kehidupan dimulai dari memberantas bisnis haram seperti narkoba dan sejenisnya. Menjauhkan segala celah yang membuat industri barang haram berdiri di tengah masyarakat. Ketika masih ada pelanggaran, negara memiliki sanksi yang tegas dan nyata dalam menekan penyebaran penggunaan narkoba apapun cara pemakaiannya.
_Wallahu a’lam bhi ash shawabh_