PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus MT masuk tiga besar Walikota se Indonesia yang sering mendapatkan sorotan media atau mengusai panggung pemberitaan (terpegah) sepanjang tahun 2019. Orang nomor satu di Pekanbaru ini hanya kalah saing dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution.
Berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2) sebuah Media Intelijen menggunakan piranti lunak artificial intelligence merilis 10 Walikota dan Bupati yang sering menghiasi media.
Berdasarkan I2, posisi pertama Walikota terpegah 2019 untuk urutan pertama yakni Waikota Surabaya Tri Rismaharini dengan 15.571 berita, Akhyar Nasution (Plt Walikota Medan) 7.484 berita dan Walikota Pekanbaru, Firdaus dengan 6.227 berita.
Firdaus saat dikonfirmasi mengenai dirinya yang masuk dalam tiga besar Walikota Terpegah 2019 hanya menjawab diplomatis.
“Alhamdullilah saya ucapkan terima kasih kepada I2 yang telah menobatkan saya sebagai Walikota terpegah dan tervokal tahun 2019. Artinya, apa yang selama ini saya lakukan dalam bekerja diliat dan dipantau,” katanya.
Firdaus menambahkan, selama menjabat Walikota Pekanbaru dua periode, dirinya bekerja dengan niat bagaimana pemerintah mampu hadir ditengah-tengah masyarakat.
“Saya sebagai pelayanan utama di Kota Pekanbaru tentu harus bisa bekerja keras, cerdas dan ikhlas. Akan tetapi, apa yang saya lakukan juga tidak bisa sendiri karena dibantu oleh Wakil Walikota, Kepala OPD serta legislatif,” tegasnya.
Masih dikatakan Wako, dalam bekerja dirinya selalu menegakan kepada seluruh pejabat dan Kepala OPD agar terus membangun sinergi dan team work yang kuat.
“Dalam bekerja itu tidak bisa menjadi Superman. Tapi harus menjadi super tim. Inilah yang selalu saya sampaikan saat ada acara dan agenda rapat,” ujarnya.
Tidak hanya itu saja, Firdaus juga berpesan agar seluruh ASN di lingkungan Pemko Pekanbaru agar bisa menjadi juru bicara yang baik kepada masyarakat Pekanbaru.
“Nah saya sebagai pelayan utama tentu harus bisa menjadi juru bicara dan pelatih yang baik. Selain tentunya menjadi penggerak agen perubahan bagi ASN serta organisasi,” pungkasnya.