Oleh : Firdaus
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Riau
MENEGUHKAN solidaritas, Menebar Kebaikan dan Mencerahkan Semesta adalah tema yang diangkat dalam milad ke-88 Pemuda Muhammadiyah tahun 2020. Tema ini dianggap sesuai dan relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sekarang ini yaitu wabah virus corona atau Covid-19. Wabah ini telah meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, sendi ekonomi dan kehidupan sosial serta agama. Sungguh pun demikian kondisi ini mesti dihadapi dengan sabar, tawakal dan berserah diri kepada dzat Yang Maha Kuasa Allah SWT.
Membangun dan meneguhkan solidaritas terhadap sesama adalah salah satu cara menghadapinya. Dalam kondisi menghadapi masalah bersama ini semangat menebar kebaikan yang dilandasi dengan semangat taawun serta tolong menolong dalam kebaikan adalah salah satu solusi yang mesti dilakukan. Dalam keadaan yang membuat hampir seluruh bangsa dan negara di dunia ini frustasi mengatasi wabah ini, seluruh elemen dinegeri ini mesti bangkit dari keterpurukan, gerakan move on yang tidak galau bahasa anak mudanya mesti dilakukan.
Solusi, ide dan gagasan kreatif mesti banyak dilahirkan agar semua siap menghadapi kondisi terburuk sekalipun akibat dampak dari wabah yang melanda ini. Bagi petani tetaplah bertani, negeri ini masih kekurangan cadangan stok pangan. Pengusaha ritel, kuliner, lembaga kursus dan sejenisnya rubahlah mode bisnis dari offline kelayanan online. Bagi tukang pangkas rambut pakailah Alat Pelindung Diri (APD) agar konsumen tidak takut lagi bercukur, pokoknya semua harus move on agar kondisi tidak semakin parah. Pemuda Muhammadiyah selaku tongkat mestiestafet bangsa ini harus tetap eksis di tengah krisis.
Jadi, itulah kenapa mencerahkan semesta menjadi semangat dan salah satu topik milad Pemuda Muhammadiyah kali ini.
Usia 88 tahun bukanlah usia yang muda lagi, sudah cukup umur dan bahkan lebih tua dari umur republik ini. Usia 88 tahun bisa digambarkan sebagai bentuk kematangan, kedewasaan dan kesuksesan. Sebab sudah melewati berbagai macam tantangan masa sulit dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, eksistensi untuk bisa bertahan dan terus mencerahkan itu suatu prestasi dan hal yang luar biasa, artinya organisasi ini memang memiliki mental pejuang, mental penggerak serta mental pemenang sebagaimana apa yang menjadi tujuan dari organisasi ini didirikan.
Memasuki usia yang semakin dewasa diharapkan pemuda muhammadiyah lebih mampu lagi memberikan nilai kemanfaatan akan kehadirannya ditengah persoalan bangsa yang semakin kompleks, pemuda muhammadiyah harus lebih berpikir maju kedepan untuk terus menggerakkan potensi pemuda ke arah yang diharapkan, pemuda muhammadiyah diharapkan memperkuat internalisasi diri dan memperbaiki kualitas ekternalisasi organisasinya.
Menyiapkan bekal keimanan, keilmuan dan kemandirian kepada kader dan anggotanya merupakan hal yang mesti dan terus dilakukan. Sebuah pepatah arab mengatakan bahwa "Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang", baik buruknya pemimpin dimasa yang akan datang bisa dilihat dari kondisi pemuda hari ini. Pemuda Muhammadiyah harus menyadari hal ini dan lebih serius menyiapkan bekal Itu kepada kader dan anggotanya. Ini guna menyongsong hari esok dan masa depan yang tantangannya akan jauh lebih besar dari sekarang. Kader Pemuda Muhammadiyah harus tetap eksis meskipun berada di tengah krisis sekalipun. Begitulah semangatnya.
Semangat milad 88 pemuda muhammadiyah adalah semangat membangun kebersamaan dan solidaritas, semangat untuk terus menebar kebaikan terhadap sesama serta semangat untuk selalu mencerahkan dalam ide dan gagasan, dan semoga kita sebagai bagian dari keluarga besar pemuda muhammadiyah mampu menjaga dan terus merawat semangat itu. Fastabiqulkhairat.***
Pekanbaru, 9 Ramadhan 1441H / 2 Mei 2020