PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid melaksanakan agenda Safari Ramadan ketiganya di Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, Selasa (12/3/2025) malam.
Pada kesempatan ini Gubri menyerahkan bantuan pengembang bagi masjid bersejarah di Provinsi Riau dari BUMD Bank Riau Kepri Syariah sebesar Rp50 juta. Kemudian memberikan santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa.
Gubri terlihat mengikuti semua rangkaian Safari Ramadan, mulai dari melaksanan salat Isya berjamaah, dan dilanjutkan dengan salat Tarawih dengan khusuk bersama ratusan jamaah.
Gubri Abdul Wahid mengatakan, jika Masjid Raya Senapelan Pekanbaru merupakan masjid bersejarah menjadi tempat yang tak akan pernah dilupakannya.
Menurutnya, masjid tersebut menjadi bukti tonggak berdirinya Provinsi Riau, dan menjadi tempat berdiskusi serta musyawarah bagi para pendiri Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.
"Masjid ini punya nilai sejarah bagi Provinsi Riau, masjid ini juga menjadi cikal bakal Kota Pekanbaru lahirnya Provinsi Riau. Masjid ini tempat berdiskusi, berkumpul beribadah, bermusyawarah untuk memikirkan daerah ini. Sejarah ini tidak boleh kita lupakan, karena ini bahagian dari berdirinya Riau," kata Gubri.
Gubri bercerita, jika ia mengawali maju sebagai Gubernur Riau bersama SF Hariyanto, berkat dorongan dari seluruh tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
"Di Masjid Raya Senapelan Pekanbaru inilah saya mengawali dan mengakhiri masa sosialisasinya di masjid ini bersama Ustaz Abdul Somad," kenangnya.
"Kami mengawali sebagai Gubernur Riau di masjid ini, dengan sejarahnya tidak terlupakan. Doakan kami membawa Riau lebih baik, kami bersama Pak SF Hariyanto yang baru dilantik baru aktif sekitar 10 hari, karena 8 hari di Magelang menjalani retret," Abdul Wahid.
"Mudah mudahan kegiatan safari Ramadan kali ini, menyapa warga bahwa kami mulai bekerja semaksimal mungkin, kami mendahulukan yang layak dan berlaku adil, memimpin dengan transparan. Kami akan terus beristiqamah," tambahnya.
Disamping itu, Gubri menyampaikan, bahwa pada tahun ini Pemprov Riau mengalami defisit yang cukup besar hingga mencapai Rp2,2 triliun. Namun ia tetap akan memprioritaskan, apa yang menjadi janjinya kepada masyarakat dengan anggaran yang terbatas, terutama pendidikan, kesehatan dan pelayanan.
"Banyak anak-anak yang buta Alquran, program ini sangat penting, kami juga berusaha memberikan bantuan dai, Tahfidz di daerah pelosok, kami merasa bahwa Riau memiliki potensi yang besar. Tapi setelah kami masuk Riau mengalami defisit yang cukup besar. Mungkin kegiatan pemerintah boleh dikatakan tidak ada, sekarang bagaimana mencari uang untuk Riau," ungkapnya.
"Namun kami tetap memprioritaskan yang penting seperti pendidikan, kami akan menggratiskan seragam sekolah dan LKS. InsyaAllah mulai tahun ini dijalankan," tutupnya.