MADRID, celotehriau.com - Manchester City bangkit dari ketertinggalan dan menumbangkan Real Madrid 2-1 pada laga Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (10/12/2025) waktu setempat atau Kamis (11/12/2025) dini hari WIB. Hasil ini menambah tekanan besar kepada pelatih Madrid, Xabi Alonso.
Statistik menunjukkan City akhirnya memutus empat pertandingan tanpa kemenangan atas Madrid pada Liga Champions. Sementara itu, Madrid kembali menelan kekalahan meski mencetak gol pembuka, sesuatu yang terakhir terjadi pada 2020, juga melawan City.
Nico O’Reilly tampil sebagai pemain terbaik City dengan rating 8,2, mencetak satu gol, dan akurat dalam 91 persen umpan.
Pertandingan berjalan panas sejak menit awal. Vinicius Junior sempat dijatuhkan oleh Matheus Nunes di area yang dianggap sebagai kotak penalti, tetapi VAR memastikan pelanggaran terjadi di luar kotak. Tendangan bebas Federico Valverde hanya melenceng tipis dari gawang.
Real Madrid yang tampil agresif membuka skor melalui Rodrygo pada menit ke-28. Memanfaatkan serangan balik cepat, sepakan kerasnya ke sudut jauh tak mampu dibendung kiper City.
City membalas lewat situasi bola mati 7 menit berikutnya. Josko Gvardiol menyundul bola dari sepak pojok Rayan Cherki, yang memicu kemelut hingga Nico O’Reilly menyambar bola dari jarak dekat.
Tak lama kemudian, City berbalik unggul. Antonio Rudiger melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Erling Haaland di kotak penalti. Setelah peninjauan VAR, wasit memberikan penalti yang dieksekusi Haaland menjadi gol, 3 menit menjelang laga babak pertama usai.
Pada babak kedua, Jude Bellingham mendapatkan peluang emas tetapi gagal mengonversinya. Xabi Alonso melakukan beberapa pergantian untuk mengubah arah pertandingan, tetapi serangan Madrid gagal berbuah gol.
Vinicius Junior mendapat dua kesempatan berharga tetapi keduanya terbuang. Endrick, yang masuk sebagai pemain pengganti, hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan yang membentur mistar.
Pada menit-menit akhir, Madrid terus menekan, tetapi City bertahan dengan disiplin untuk mengamankan tiga poin penting menuju babak 16 besar.
Peluit akhir disambut siulan dari para pendukung Madrid, menunjukkan rasa frustrasi terhadap performa tim dan posisi Xabi Alonso yang makin tertekan setelah dua kekalahan kandang beruntun.