PEKANBARU - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan atlet usia dini dengan menggelar Kejuaraan Kota (Kejurkot) Antar Klub Basket Pekanbaru.
Turnamen ini akan berlangsung 18–31 Januari 2026 di GOR Tribuana, dan memperebutkan Piala Walikota Pekanbaru.
Ketua Panitia Kejurkot, Andi Oh, menyampaikan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 10 klub anggota Perbasi Pekanbaru dengan total 78 tim, sehingga jumlah atlet yang ambil bagian bisa mencapai lebih dari 800 orang.
Klub yang ambil bagian di ajang kejurkot ini yaitu Binamuda, CRG, Dulukala, Drimz, Hangtuah, Sanjaya, Seiko seiko, Selasar, The Mature dan Dongker.
“Kejurkot ini mempertandingkan lima kategori kelompok umur, yakni KU 10, KU 12, KU 14, KU 16, dan KU 18. Khusus KU 12 hingga KU 18, tersedia kategori Pemain Putra dan Putri,” ujar Andi Oh.
Ia menambahkan, kejuaraan ini merupakan Kejurkot ke 5 yang diselenggarakan Perbasi Pekanbaru pada periode kepengurusan saat ini, sekaligus menjadi ajang evaluasi pembinaan klub serta penjaringan atlet potensial.
Ketua Perbasi Pekanbaru, Victor Yonathan, menegaskan bahwa Kejurkot ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari pembinaan berjenjang yang berkelanjutan.
Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan turnamen usia dini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan prestasi basket Pekanbaru ke depan.
“Kami ingin pembinaan berjalan dari bawah, terstruktur, dan berkesinambungan. Kejurkot ini adalah ruang belajar, berkompetisi, sekaligus pembentukan mental atlet sejak usia dini. Patut dicatat, Kejurkot kali ini adalah kejurkot terlengkap (KU 10,12,14,16 dan 18) sepanjang sejarah basket Pekanbaru.,” ujar Victor.
Pelaksanaan Kejurkot ini juga telah mengantongi dukungan resmi dari pemerintah dan induk olahraga daerah. Kegiatan ini mendapat Rekomendasi KONI Pekanbaru Nomor : 123 tanggal 5 Desember 2025, serta Rekomendasi Dispora Pekanbaru Nomor : B.400.4.6.1 tanggal 9 Desember 2025.
Ketua KONI Pekanbaru, M. Yasir, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Kejurkot tersebut.
Ia menilai langkah Perbasi Pekanbaru sebagai bukti nyata keseriusan dalam membina atlet sejak usia dini.
"Selaku Ketua KONI Pekanbaru, saya sangat mengapresiasi dilaksanakannya Kejurkot usia dini yang dilakukan Perbasi Kota Pekanbaru. Ini merupakan bukti keseriusan dalam membina atlet bola basket mulai dari usia dini," ujar M. Yasir.
Ia juga menyoroti peran kepemimpinan Ketua Perbasi Pekanbaru dalam memajukan olahraga basket di kota ini.
"Tentu ini dapat dilakukan berkat kebersamaan pengurus Perbasi Kota Pekanbaru, khususnya kualitas kepemimpinan yang sudah teruji pada sosok Ketua Victor Yonathan. Baru satu periode sudah banyak berbuat dan meningkatkan prestasi cabang bola basket di Kota Pekanbaru," lanjutnya.
M. Yasir berharap kepemimpinan Victor Yonathan dapat berlanjut ke periode berikutnya.
"Saya berharap dapat dilanjutkan kembali di periode kedua, karena kami dan Pemerintah Kota Pekanbaru sangat membutuhkan sosok ketua cabang olahraga seperti Bang Victor, yang selalu berupaya maksimal memajukan olahraga basket di Pekanbaru," tutupnya.
Dengan jumlah peserta yang besar dan dukungan penuh berbagai pihak, Kejurkot Antar Klub Basket Pekanbaru 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam melahirkan bibit-bibit atlet basket berprestasi dari Bumi Lancang Kuning.