Riau Bhayangkara Run 2026 Sukses, Dongkrak Ekonomi dan Perkuat Sport Tourism Riau

Senin, 20 Juli 2026 | 13:10:00 WIB

PEKANBARU (celotehriau.com) – Riau Bhayangkara Run 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah dan memperkuat posisi Provinsi Riau sebagai destinasi sport tourism.

Event dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 itu diikuti 15.080 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara serta berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran ribuan peserta beserta keluarga dan pendamping menciptakan perputaran ekonomi di berbagai sektor. Tingkat hunian hotel meningkat, aktivitas transportasi dan destinasi wisata menggeliat, restoran dan pusat kuliner ramai dikunjungi.

Tidak hanya itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan dampak positif selama penyelenggaraan kegiatan di Kota Pekanbaru.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, Riau Bhayangkara Run bukan sekadar perlombaan lari, melainkan menjadi instrumen pembangunan yang mempertemukan olahraga, pariwisata, ekonomi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

"Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu mempertemukan ribuan orang dalam semangat kebersamaan, memperkenalkan Provinsi Riau kepada masyarakat luas, serta membuka peluang bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM," kata Herry, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run membuktikan olahraga mampu menjadi penggerak pembangunan yang memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar kompetisi.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan berskala nasional dan internasional yang mampu memperkuat promosi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Irjen Herry menegaskan, suksesnya penyelenggaraan tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, TNI, pemerintah kabupaten dan kota, sponsor, komunitas lari, relawan, tenaga kesehatan, media massa, pelaku UMKM, petugas kebersihan, hingga masyarakat.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel Polda Riau dan jajaran Polres yang telah bekerja sejak tahap perencanaan, persiapan, pengamanan, pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, hingga pembersihan area kegiatan.

"Dedikasi seluruh personel menjadi kunci sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan mendapat apresiasi dari para peserta," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026 Kombes Pol Daniel Widya Mucharam mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Riau Bhayangkara Run semakin diperhitungkan sebagai salah satu agenda lari bergengsi di Indonesia.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai tuan rumah event olahraga berskala nasional bahkan internasional," ujar Daniel.

Karorena Polda Riau itu menyebut keberhasilan penyelenggaraan merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama," katanya.

Menurut Daniel, keikutsertaan pelari dari berbagai provinsi di Indonesia serta peserta asal Prancis, Kenya, Malaysia, dan Singapura menjadi indikator bahwa Riau Bhayangkara Run memiliki potensi besar sebagai agenda unggulan sport tourism di Provinsi Riau.

Selain memberi dampak ekonomi, Riau Bhayangkara Run 2026 juga membawa pesan pelestarian lingkungan melalui implementasi Green Policing, program unggulan Polda Riau yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dalam setiap kegiatan kepolisian.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembagian boneka anak gajah Nona Seroja sebagai simbol kepedulian terhadap konservasi satwa liar serta bibit pohon trembesi kepada peserta sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolda berharap semangat yang lahir dari Riau Bhayangkara Run 2026 terus berlanjut sebagai energi untuk membangun Riau melalui gaya hidup sehat, kolaborasi, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan sport tourism, dan pelestarian lingkungan.

"Riau Bhayangkara Run 2026 memang telah selesai, tetapi semangat yang dibangun melalui kegiatan ini tidak boleh berhenti di garis finis. Semangat hidup sehat, semangat kolaborasi, semangat menggerakkan perekonomian masyarakat, semangat memperkuat sport tourism, dan semangat menjaga lingkungan harus terus kita rawat bersama. Karena ketika kita menjaga alam, sesungguhnya alam juga akan menjaga kita," pungkasnya.*

Terkini