PEKANBARU, celotehriau.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan, menilai persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya curah hujan.
Menurutnya, sistem drainase yang belum berfungsi optimal turut menjadi penyebab utama terjadinya genangan.
Nurul Ikhsan mengatakan, kondisi tersebut terlihat di Jalan Bangau dan Jalan Arifin Ahmad. Di Jalan Bangau, saluran drainase yang posisinya lebih tinggi dari badan jalan membuat air tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menggenangi jalan. Akibatnya, aspal yang baru selesai dikerjakan pun mengalami kerusakan.
"Sangat disayangkan, jalannya baru selesai itu, kalau tidak salah aspalnya sudah rusak. Berarti secara teknis pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan," ujar Nurul Ikhsan, Rabu (22/7/2026).
"Kemungkinan elevasi drainasenya tidak sesuai sehingga menimbulkan luapan air, atau bisa juga terjadi penyumbatan akibat sedimentasi maupun sampah di dalam parit," tambahnya.
Menurutnya, dari hasil pengamatan di lapangan, persoalan di Jalan Bangau dan Jalan Arifin Ahmad bukan hanya dipicu oleh tingginya intensitas hujan, tetapi juga karena sistem drainase yang belum bekerja secara maksimal.
"Di Jalan Bangau, saluran drainase posisinya lebih tinggi dari badan jalan sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik dan akhirnya menggenangi jalan. Genangan yang terjadi terus-menerus juga mempercepat kerusakan aspal hingga menimbulkan lubang yang membahayakan pengguna jalan," katanya.
Sementara itu, di Jalan Arifin Ahmad, meskipun saluran drainase terlihat cukup besar, genangan masih tetap terjadi. Menurut Nurul, kondisi tersebut mengindikasikan adanya hambatan aliran, sedimentasi, atau kapasitas saluran yang perlu dievaluasi lebih lanjut.
"Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Karena itu, kami berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui dinas terkait segera melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh, mulai dari normalisasi drainase, perbaikan elevasi saluran yang bermasalah, hingga perbaikan badan jalan yang rusak. Penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya menjadi solusi sementara," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan saluran drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, penanganan banjir dan kerusakan jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran drainase. Penanganan banjir dan kerusakan jalan merupakan tanggung jawab bersama agar persoalan ini bisa diatasi secara berkelanjutan," tutupnya.