PEKANBARU (celotehriau.com) - Puluhan atlet dan pelatih Riau yang meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2024 kembali menuntut bonus kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Para atlet dan pelatih cabang olahraga (cabor) Riau tersebut turun ke jalan untuk menagih janji Pemerintah Provinsi Riau yang akan membayarkan bonus tersebut pada awal tahun 2026. Namun hampir 2 tahun pasca PON 2025, bonus yang dijanjikan tak kunjung diberikan sepenuhnya.
Pasca PON dan Peparnas 2024, mereka baru menerima 45 persen dari total bonus yang dijanjikan Pemprov Riau. Sementara sisanya, dijanjikan oleh Pemprov Riau pada awal tahun 2026.
Akan tetapi sudah 7 bulan tahun 2026 berjalan, hingga kini bonus tersebut tak kunjung diberikan.
Atlet dan pelatih membentangkan sejumlah spanduk protes terhadap Pemprov Riau. Dalam spanduknya, mereka meminta agar bonus mereka segera dicairkan.
"Cairkan bonus kami, kami telah berbuat, mana hati nurani pemerintah? Sampai kapan kami menunggu?" tulis isi spanduk dari cabor bulu tangkis Peparnas.
Tak hanya itu, mereka juga membentangkan spanduk berisi "Donasi untuk pahlawan olahraga, 2 tahun diterlantarkan".
Kemudian juga ada spanduk yang bertuliskan "Bantuan korban bencana olahraga".
Di dalam aksi tersebut, ada atlet yang meminta donasi terbuka kepada pengunjung Stadion Utama Riau.
Koordinator Aksi, Darman Hutahuruk, mengatakan bahwa di Indonesia Riau adalah satu-satunya provinsi yang belum menyelesaikan bonus PON. Sementara daerah lain sudah menyelesaikan bonus atlet mereka.
"Riau terkenal dengan kayanya, di atas minyak di bawah minyak. Tapi untuk menyelesaikan bonus atlet saja hingga kini tak tuntas-tuntas. Sementara daerah lain sudah menyelesaikannya setelah PON dilaksanakan," ucap Darman dengan nada kecewa.