Tujuh Titik Api di Riau Sedang Dipadamkan, BPBD Kesulitan Sumber Air

Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:00:00 WIB

PEKANBARU (celotehriau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau kini tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ada 7 titik api yang kini tersebar di sejumlah daerah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, Edy Afrizal, mengatakan bahwa saat ini personelnya sedang memadamkan api di tujuh titik. Tujuh titik itu di antaranya ada di Pasir Limau Kapas (Rokan Hilir), Duri (Bengkalis) dau titik, Teluk Meranti dan Kerumutan (Pelalawan), Sungai Guntung dan Rengat (Indragiri Hulu).

"Sejak awal tahun 2026 ini, kasus Karhutla di Riau sudah mencapai 15 ribu hektare. Karhutla terbesar terjadi di Bengkalis dengan 8 ribu hektare kemudian di Pelalawan 4 ribu hektare," ujar Edi, Selasa (11/8/2026).

Dalam upaya pemadaman, kata Edy, kendala utama yang dihadapi tim adalah kondisi cuaca yang panas terik. Menurutnya, cuaca yang terik membuat tanaman mudah terbakar.

"Panas terik ini memicu lahan menjadi mudah terbakar," ucapnya.

Selain cuaca panas, tim yang bertugas dihadapkan dengan angin yang kencang. Menurutnya, angin yang kencang sangat mempengaruhi kecepatan api membakar lahan.

"Angin kencang ini membuat kita kewalahan untuk mengejar kepala apinya," sebutnya.

Kemudian pihaknya juga disulitkan dengan sumber air yang minim. Kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca yang sudah lama tidak hujan, sehingga air di kanal-kanal, embung, maupun sungai-sungai agak menurun.

Untuk menangani Karhutla, saat ini pihaknya memiliki 5 Helicopter Water Boombing, 1 unit pesawat OMC dan 1 unit helikopter patroli.

Terkini