Pemko Pekanbaru Sediakan Layanan VCT HIV/AIDS Gratis di 21 Puskesmas

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:23:37 WIB

LlLPEKANBARU, celotehriau.com – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS secara gratis. Layanan Voluntary Counseling and Testing VCT kini tersedia di 21 puskesmas untuk mendeteksi dini, menekan penyebaran kasus, dan memberikan pendampingan berkelanjutan.

Upaya ini dilakukan agar warga lebih peduli terhadap kesehatan dan menghindari perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi menyampaikan, layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi pengidap HIV/AIDS telah tersedia di puskesmas tanpa dipungut biaya.

"Jadi para pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di puskesmas," ujarnya, Kamis 13/8/2026.

Selain di puskesmas, layanan pendukung juga tersedia di 29 rumah sakit, 4 lapas, 1 rutan, klinik, BKK, 31 layanan PDP, 31 rujukan VL, dan 10 layanan PeRP.

Sedangkan layanan pengobatan telah tersedia di fasilitas layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Dinkes dan KPA Pekanbaru juga terus mengintensifkan pemberian informasi, baik secara langsung maupun melalui media massa.

Warga yang hasil tesnya positif akan langsung dirujuk untuk menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk. Masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko juga diimbau memanfaatkan layanan yang ada.

Setelah ditemukan kasus positif, pasien akan mendapat pendampingan. Pendampingan dilakukan oleh pendakwah dan penceramah melalui kajian pencegahan HIV/AIDS serta pandangan agama terkait perilaku yang menyebabkan penularan di masjid-masjid.

"Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk menanggulangi HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini merupakan ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan," pungkasnya.

Selain itu, kelompok pendamping dari LSM Peduli AIDS juga bekerja sama dengan fasilitas layanan kesehatan.

"Ada juga pendampingan agar bisa melakukan pemeriksaan tes sukarela terhadap pasangannya," papar Dedy.

Upaya penanggulangan akan terus dilakukan KPA Pekanbaru. Ia berharap ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, LSM, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga ibu-ibu kader posyandu di wilayahnya.(CR8) 

Terkini