Naik 1,77 Persen, Ekspor Riau Tembus US$12,40 Miliar

Senin, 07 September 2026 | 12:00:00 WIB

PEKANBARU (celotehriau.com) – Kinerja ekspor Riau sepanjang Januari–Juli 2026 masih mencatat pertumbuhan positif. Nilai ekspor Riau mencapai US$12,40 miliar, naik 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$12,18 miliar.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan peningkatan tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang mengalami pertumbuhan cukup kuat.

"Nilai ekspor Riau periode Januari–Juli 2026 naik 1,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, dari US$12,18 miliar menjadi US$12,40 miliar," kata Asep Riyadi, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan data BPS, ekspor nonmigas meningkat 4,97 persen, dari US$11,45 miliar pada Januari–Juli 2025 menjadi US$12,02 miliar pada periode yang sama 2026.

Sebaliknya, ekspor migas mengalami penurunan cukup tajam sebesar 48,57 persen, dari US$728,71 juta menjadi US$374,76 juta.

Penurunan ekspor migas tersebut terutama dipengaruhi merosotnya ekspor hasil industri pengolahan minyak sebesar 39,18 persen menjadi US$319,59 juta. Ekspor minyak mentah juga turun 72,85 persen menjadi US$55,18 juta.

Meski secara kumulatif masih tumbuh, kinerja ekspor Riau pada Juli 2026 justru mengalami penurunan. Nilai ekspor tercatat US$1,91 miliar atau turun 7,03 persen dibandingkan Juli 2025.

Penurunan terjadi baik pada ekspor migas maupun nonmigas. Ekspor migas turun 56,87 persen menjadi US$36,80 juta, sedangkan ekspor nonmigas turun 4,87 persen menjadi US$1,87 miliar.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2026, enam komoditas mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan nilai ekspor terbesar terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, yang meningkat US$345,10 juta atau 5,22 persen.

Komoditas lainnya yang mencatat kenaikan yakni bahan kimia organik sebesar US$292,97 juta atau 81,29 persen; berbagai produk kimia US$93,47 juta atau 6,63 persen; ampas dan sisa industri makanan US$32,74 juta atau 31,25 persen.

Kemudian kertas dan karton meningkat US$17,01 juta atau 1,38 persen, serta berbagai makanan olahan naik US$6,86 juta atau 4,53 persen.

Sementara itu, empat komoditas mengalami penurunan nilai ekspor. Paling besar terjadi pada bubur kayu (pulp) yang turun US$166,95 juta atau 14,80 persen.

Penurunan juga terjadi pada buah-buahan sebesar US$34,19 juta atau 50,83 persen, serat stapel buatan US$5,37 juta atau 3,20 persen, serta bahan-bahan nabati US$1,50 juta atau 1,07 persen.

Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang tersebut memberikan kontribusi 99,38 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau selama Januari–Juli 2026. Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang tersebut meningkat 5,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar ekspor terbesar Riau. Pada Januari–Juli 2026, nilai ekspor ke Negeri Tirai Bambu mencapai US$2.217,52 juta atau 18,44 persen dari total ekspor nonmigas.

Posisi berikutnya ditempati India dengan nilai US$1.010,30 juta atau 8,40 persen, serta Malaysia sebesar US$944,31 juta atau 7,85 persen.

Sementara itu, ekspor Riau ke kawasan ASEAN memberikan kontribusi 17,55 persen, sedangkan Uni Eropa menyumbang 11,82 persen.

Total nilai ekspor nonmigas Riau ke 13 negara tujuan selama Januari–Juli 2026 mencapai US$8.886,01 juta. Angka tersebut naik US$98,74 juta atau 1,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan terutama berasal dari sejumlah negara tujuan utama. Ekspor ke Tiongkok naik US$287,98 juta atau 14,92 persen, Italia meningkat US$72,61 juta atau 27,05 persen, dan Belanda naik US$58,25 juta atau 10,23 persen.

Namun, sejumlah negara justru mengalami penurunan. Ekspor ke India turun US$213,97 juta atau 17,48 persen, Bangladesh turun US$120,61 juta atau 17,67 persen, Pakistan turun US$35,04 juta atau 5,51 persen.

Penurunan juga terjadi pada ekspor ke Filipina sebesar US$27,73 juta atau 7,64 persen, Mesir US$24,88 juta atau 5,42 persen, serta Vietnam US$16,94 juta atau 3,69 persen.

Sementara itu, ekspor Riau ke kawasan ASEAN selama Januari–Juli 2026 mencapai US$2.110,29 juta, turun 0,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, ekspor ke Uni Eropa mencapai US$1.421,22 juta atau tumbuh 4,54 persen.

Khusus pada Juli 2026, nilai ekspor nonmigas Riau ke Tiongkok mencapai US$292,49 juta. Kemudian ekspor ke India sebesar US$171,13 juta dan Malaysia US$143,70 juta.

Terkini