CELOTEHRIAU-- Ketua Pengprov Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Kordias Pasaribu bakal meramaikan bursa calon ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Riau.
Mantan Wakil Ketua DPRD Riau ini bertekad membawa perubahan di induk cabang olahraga yang menaungi lebih dari 50 cabang olahraga yang menjadi anggotanya.
Untuk maju dan membawa perubahan bagi KONI Riau periode 2022 -2026, mantan karateka ini menuturkan filosofi olahraga catur yang dinakhodainya saat ini sangat cocok untuk memajukan olahraga di Provinsi Riau.
"Catur merupakan filosofi yang bisa diterapkan didunia usaha dan dunia olahraga.Permainan catur pasukannya harus sama dan harus jujur dan kalau kita melangkah, langkah kita harus diberitahu. Olahraga ini mengajarkan kita konsisten dalam situasi apapun," kata Kordias kepada Celotehriau.com, Kamis (5/8/2021).
Ia mencontohkan, pion sebagai bidak setia, langkahnya menentukan nyawa kawan-kawan dibelakangnya.
"Tak ada kesombongan, pion berjalan lurus, kuda berjalan menyamping, raja berjalan selangkah demi selangkah tidak boleh lebih.Semua dengan tugas dan fungsinya," katanya.
Terkait, rencana dirinya maju meramaikan bursa pencalonan Ketua Umum KONI Riau periode 2022 -2026, Kordias mengaku terpanggil setelah mendengar usulan dari keluh kesah teman-teman Pengprov cabor dan KONI Kabupaten/Kota.
Kordias menuturkan bahwa dirinya maju bukan karena suruhan tapi karena terpanggil membawa semangat baru, semangat perubahan membawa KONI Riau lebih baik lagi.
"Dibelakang saya tidak ada siapa-siapa, saya Kordias bukan suruhan gubernur, tapi terpanggil karena semangat dan jiwa olahraga. Untuk membina dan mengabdi, bukan menjadikan KONI sebagai lahan pekerjaan," katanya.
Sebut Kordias, semangatnya membawa perubahan KONI Riau pun termotivasi setelah bersilaturahmi dengan sejumlah KONI Kabupaten /Kota dan pengprov cabor.
Mantan Wakil Ketua DPRD Riau ini, mengaku saat ini dorongan dari KONI Kabupaten/Kota dan Cabor yang ada di Provinsi Riau untuk dirinya sudah berdatangan.
"Tak mungkin saya sebutkan jumlahnya berapa. Yang pasti memang itu sudah cukup sebagai syarat untuk maju menjadi Calon ketua KONI Riau. Bahkan jumlahnya sudah berlebih. Sudah melewati dari yang menjadi syarat," sebutnya.
Dirinya mengaku tidak pernah memaksa Cabor ataupun KONI Kabupaten/Kota untuk mendukungnya."Saya tak pernah memaksa mereka mendukung, tapi seperti apa kedepan, itu yang saya sampaikan kepada mereka. Dan ternyata mereka cocok dan memberikan dukungan,"sebutnya.
Makanya, jika terpilih menjadi nakhoda KONI Riau untuk 5 tahun kedepan, ia bakal menggandeng tiga pilar penting untuk kemajuan olahraga di Provinsi Riau.
Tiga aspek yang merupakan pilar penting yang harus digandeng KONI Riau adalah, cabang olahraga/ pelaku Olahraga, pemerintah dan pelaku usaha.
Ketiga elemen ini harus selaras, satu nafas untuk melakukan perubahan dan melahirkan Cabor dan atlet berprestasi baik di tingkat Provinsi, nasional bahkan hingga Internasional.
"Jadi kedepan kami akan ikut menggandeng yang 3 pilar ini agar nanti orang tua dan juga guru ikut terlibat untuk membina ataupun mencari bibit atlet dalam pembinaannya," kata Kordias.
Kordias mengakui , selama ini kekurangan dunia olahraga adalah belum mampu menyuguhkan harapan terhadap masyarakat yang dimana pemerintah seharusnya menyiapkan fasilitas untuk mendukung seperti menyiapkan hadiah atau jaminan hidup terhadap pelaku atau peraih prestasi dalam olahraganya masing-masing
Sehingga masyarakat dan orang tua tidak menjadikan olahraga sebagai salah satu yang terpenting dalam mendidik anak-anaknya.
Kordias mengakui, dari pertemuan dengan beberapa cabor, mereka berharap kepengurusan KONI Riau kedepan lebih transparan.
"Kalau saya lihat lebih secara spesifiknya, KONI kedepan haruslah satu jiwa dengan cabornya. Apa yang dirasakan Cabornya, apa yang dirasakan atletnya harus langsung direspon pengurus KONI.
"Makanya kami bawa perubahan. Perubahan ini bukan hanya berubah orangnya. Namun juga perubahan cara mengorganisasikan KONI yang jadi salah satu induk Cabor di Riau," imbuhnya.
Kordias juga berjanji jika terpilih menjadi ketua KONI Riau, dirinya siap membudayakan Olahraga ditengah-tengah masyarakat. Kenapa? Riau saat ini merupakan tempat peredaran narkoba.Jadi dengan membudayakan olahraga setidaknya membuat orang berpikir positif.
Nah, untuk mewujudkan itu mengolahrgakan masyarakat dan memasyarakat olahraga, kita harus gandeng berbagai pihak. Kita tidak bisa sendiri, libatkan stakeholder, pemerintah dan juga kepolisan," tegasnya.