BANGKINANG - Pada masa libur lebaran Idulfitri 1446 H sejumlah objek wisata di Kabupaten Kampar Provinsi Riau dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Salah satu destinasi wisata yang menjadi tujuan adalah Candi Muara Takus yang terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar.
Sejak pagi (2/4/2025), kompleks Candi Muara Takus telah dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai daerah. Pengunjung tampak menikmati keindahan arsitektur candi serta mengenal lebih jauh tentang sejarahnya. Tak hanya itu, beberapa wisatawan terlihat mengabadikan momen dengan berfoto di sekitar candi.
Rara, seorang pedagang yang berjualan di sekitar kompleks candi mengungkapkan momen libur Lebaran selalu membawa berkah bagi dirinya dan pedagang kecil di kawasan wisata tersebut.
"Kalau hari biasa, itu jarang ada pengunjung. Tapi kalau pas momen Lebaran, alhamdulillah selalu ramai pengunjung dari hari pertama sampai anak-anak masuk sekolah," ungkap Rara.
Salah seorang pengunjung dari Bangkinang, Yuni mengatakan sengaja berkunjung ke beberapa objek wisata di Kampar untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Setiap lebaran, pasti selalu berkunjung ke Candi Muara Takus, kemudian lanjut ke henferland. Kami juga bawa bekal dari rumah untuk makan di tepi danau," katanya.
Sejarah Candi Muara Takus
Percandian Muara Takus di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau telah diteliti oleh sejumlah pakar purbakala sejak tahun 1860-an hingga tahun 2022 lalu.
Sejumlah pendapat yang mengemuka tentang masa pendirian Percandian Muara Takus antara lain disampaikan oleh J.L. Moens (1937), yang memperkirakan bahwa percandian ini berasal dari abad ke-7 hingga ke-8 Masehi, atau sejak berdirinya Sriwijaya.
sejumlah pendapat yang disampaikan oleh para ahli purbakala terkait masa pendirian percandian Muara Takus itu, dapat dikatakan suatu hasil interpretasi yang sifatnya relatif.
Kondisi tersebut bisa dimaklumi, mengingat ketika pendapat-pendapat itu dikemukakan oleh para ahli purbakala, metode pertanggalan menggunakan carbon dating (C-14) belum diaplikasikan dalam kajian arkeologi di Indonesia.
Berdasarkan alasan itu, pada tahun 2022 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Program Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya telah melakukan penelitian di areal utama Percandian Muara Takus.
