PEKANBARU - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di luar Riau mulai menjalani uji kompetensi.
Peserta dari luar Provinsi Riau menjadi yang pertama menjalani tes di sejumlah titik lokasi yang telah ditentukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Di antara lokasi pelaksanaan ujian berada di UPT BKN Lampung, UPT BKN Batam, UPT BKN Jambi dan lainnya.
"Peserta PPPK tahap II di luar Provinsi Riau mulai menjalani uji kompetensi. Seperti kemarin ujian di UPT BKN Lampung," kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Zulkifli Syukur, Rabu (23/4/2025).
Sedangkan untuk lokasi ujian atau uji kompetensi di Kota Pekanbaru masih harus bersabar. Hingga kini, jadwal resmi dan lokasi ujian di ibu kota Provinsi Riau tersebut masih menunggu pengumuman dari BKN.
"Peserta PPPK tahap II di Riau sampai saat ini belum keluar jadwalnya. Kalau sudah ada kepastian, segera kami umumkan melalui kanal resmi BKD Riau," sebutnya.
Zulkifli menyebut, jika pihaknya BKD Provinsi Riau terus berkoordinasi dengan BKN agar penetapan jadwal dan lokasi di wilayah Riau bisa segera difinalkan.
"Kami imbau peserta terus bersiap, baik dari sisi mental, fisik, maupun penguasaan materi. Jangan lengah, dan terus memantau perkembangan informasi dari kanal resmi pemerintah," pintanya.
Untuk diketahui, ujian kompetensi PPPK tahap II secara nasional dijadwalkan berlangsung sejak 17 April hingga 16 Mei 2025. Dengan rentang waktu yang cukup panjang, pelaksanaan seleksi diharapkan berjalan lancar dan merata di seluruh titik lokasi.
Meskipun jadwal uji kompetensi untuk wilayah Riau belum keluar, BKD Riau memastikan bahwa persiapan teknis terus dimatangkan untuk kelancaran pelaksanaan.
"Lokasi-lokasi ujian sedang kami siapkan. Jadi, begitu jadwal resmi keluar, pelaksanaan bisa langsung dimulai tanpa hambatan," tutupnya.
Sebagai informasi, total peserta seleksi PPPK tahap II Pemprov Riau tahun ini mencapai 4.039 orang. Mereka terbagi atas 727 pelamar formasi guru, 356 untuk formasi tenaga kesehatan, dan 2.956 orang melamar pada formasi tenaga teknis.
