Gubri Wahid Ajak FKUB dan FPK Jaga Kerukunan Serta Cegah Karhutla di Riau

Gubri Wahid Ajak FKUB dan FPK Jaga Kerukunan Serta Cegah Karhutla di Riau

PEKANBARU - Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengajak seluruh elemen Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), untuk terus menjaga kerukunan serta bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Ajakan tersebut disampaikan Gubri saat kegiatan halalbihalal bersama ratusan tokoh lintas agama dan etnis, Selasa (29/4/2025) di Balai Serindit. Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda dan para tokoh masyarakat.

"Forum-forum seperti ini sangat penting, bukan hanya bagi saya secara pribadi, tetapi juga bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya mempererat hubungan antarelemen masyarakat. Terlebih saat ini kita masih berada dalam suasana Syawal," ujar Abdul Wahid.

Ia menegaskan bahwa kerukunan adalah modal utama dalam pembangunan.

"Kalau tidak ada kerukunan, tidak akan ada kedamaian. Duduk bersama saja itu sudah tandanya rukun. Sebagai pemimpin yang baru, saya sangat berharap Riau bisa terus menjaga harmoni dalam kemajemukan," tegasnya.

Di sisi lain, Wahid juga menyinggung pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga lingkungan, khususnya mencegah terjadinya karhutla yang kerap melanda Riau.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga alam dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

"Selain menjaga kerukunan, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mencegah karhutla. Mei kemungkinan kemarau, pencegahan karhutla sangat penting, dan Bapak Ibu saya harap ikut berpartisipasi," harapnya.

Sementara itu, Ketua FPK Riau, Auni M Noor, menyampaikan bahwa tugas utama FPK adalah menjaga keharmonisan di tengah keberagaman. Ia mengapresiasi kerja FPK dalam dua tahun terakhir yang dinilai berhasil mempererat persatuan.

“FPK sangat penting bagi masa depan bangsa ini. Alhamdulillah, berbagai kegiatan telah kami lakukan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, terutama dalam keberagaman etnis dan suku bangsa,” jelasnya.

Ketua FKUB Riau, KH Abdulrahman Qoharuddin, juga menyampaikan pentingnya merawat dan menguatkan kerukunan yang sudah terbangun. Menurutnya, Riau adalah miniatur Indonesia karena memiliki seluruh elemen agama dan etnis.

"Keberagaman adalah keniscayaan. Namun kerukunan dan kebersamaan harus dibangun terus. Dalam suasana Lebaran ini, mari jadikan perbedaan sebagai pelangi yang indah,” katanya.

Kedua pimpinan forum juga sama-sama menyatakan kesiapannya dalam pencegahan karhutla di Riau.

Berita Lainnya

Index