11 Kasus Terjadi Sejak Awal Tahun, Warga Pekanbaru Diingatkan Jangan Bakar Lahan

11 Kasus Terjadi Sejak Awal Tahun, Warga Pekanbaru Diingatkan Jangan Bakar Lahan
ilustrasi

PEKANBARU, celotehriau.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Candra menyebut, sejak Januari hingga awal Juli 2025 telah terjadi 11 kasus kebakaran lahan dengan total luas mencapai 6 hektare.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini dikeluarkan seiring masuknya musim kemarau basah dan meningkatnya suhu udara di kota bertuah.

“Puncak kemarau basah terjadi pada Juli ini. Suhu udara siang hari bisa mendekati 40 derajat Celsius. Ini meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah pinggiran kota,” kata Zarman, Selasa (8/7/2025).

Beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan kebakaran lahan di antaranya Payung Sekaki, Binawidya, Rumbai, Kulim, dan Tenayan Raya. Zarman meminta para camat untuk aktif melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada warga.

“Kami minta camat serius menangani ini. Sosialisasikan larangan membakar lahan atau sampah kepada masyarakat,” cakapnya.

Ia juga menyebutkan sejumlah daerah di Provinsi Riau mulai mengalami peningkatan kebakaran lahan yang memicu kemunculan kabut asap.

“Pemko Pekanbaru berkomitmen tidak menjadi penyumbang asap. Kami ajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran lahan,” tutup Zarman.

Berita Lainnya

Index