Pemda Masih Bergantung Transfer Pusat, Syahrul Aidi Dukung Kemenkeu Batalkan Pemotongan TKD Tahun Depan

Pemda Masih Bergantung Transfer Pusat, Syahrul Aidi Dukung Kemenkeu Batalkan Pemotongan TKD Tahun Depan

JAKARTA, celotehriau.com  - Anggota DPR RI asal Riau Syahrul Aidi Maazat mendukung langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana membatalkan kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026.

Syahrul menyebut kebijakan tersebut akan menyelamatkan APBD di seluruh Indonesia. 

"Kebijakan Menkeu Purbaya ini sangat tepat. Hal ini sudah sesuai dengan aspirasi kepala daerah dan tokoh masyarakat yang saya serap saat reses. Pembatalan penurunan TKD, bahkan ada kemungkinan kenaikan, akan menjaga stabilitas fiskal di tingkat lokal," ujarnya, Selasa (16/9/2025).

Ia menegaskan, saat ini pemerintah daerah masih sangat bergantung pada transfer pusat. Lesunya daya beli masyarakat dan investasi yang tak sesuai harapan membuat pemda tidak memiliki kas yang cukup untuk menjalankan roda pemerintahan.

"Akibatnya, untuk menambah pendapatan, pemda mengambil jalan pintas dengan menaikkan pajak daerah. Kebijakan ini justru menimbulkan banyak persoalan," cakapnya.

Syahrul menilai pembatalan pemotongan TKD akan memaksimalkan belanja daerah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya membuka peluang adanya kenaikan anggaran TKD 2026 guna meredam keresahan pemda yang terpaksa menaikkan pajak daerah seperti PBB-P2. Dalam RAPBN 2026, TKD sempat direncanakan turun 29,3 persen menjadi Rp650 triliun dari APBN 2025 sebesar Rp919,9 triliun.

Berita Lainnya

Index