KPK Bawa Kardus Berisi Dokumen Usai Geledah Rumah Dinas Gubernur Riau

KPK Bawa Kardus Berisi Dokumen Usai Geledah Rumah Dinas Gubernur Riau

PEKANBARU - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan penggeledahan kediaman dinas Gubernur Riau Abdul Wahid, Kamis (6/11/2025).

Setidaknya ada ada empat mobil Toyota Innova keluar dari komplek rumah dinas Gubernur Riau yang berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru itu sekitar pukul 14.20 WIB.

Penggeledahan tersebut untuk memperluas penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dan pemerasan yang melibatkan Gubernur Abdul Wahid.

Pantauan di lokasi empat mobil yang digunakan tim penyidik KPK bergerak dari kediaman Gubernur Riau menuju pintu gerbang Jalan Thamrin samping GOR Tribuana Pekanbaru.

Sebelum bergerak meninggal kediaman dinas Gubernur Riau, tampak tim membawa beberapa kardus yang kemungkinan berisikan dokumen penting dari dalam rumah dinas dan dimasukkan dalam mobil.

Proses penggeledahan kediaman dinas Gubernur Riau dikawal ketat personel Brimob Polda Riau menggunakan senjata laras panjang.

Penggeledahan tersebut pasca KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tangkap tangan pada, Senin (3/11/2025) kemarin di Kantor Dinas PUPR-PKPP Riau.

Ketiga tersangka tersebut adalah Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto membantah isu dirinya sebagai saksi pelapor dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid Senin (3/11/2025).

SF Hariyanto mengaku saat kejadian, dirinya sedang berbincang dan ngopi bersama Abdul Wahid dan Bupati Siak Afni di kafe belakang rumah dinas.

"Saya banyak laporan ada berita-berita soal saya diperiksa. Ada banyak dan macam-macam pertanyaan kepada saya. Tapi saya jelas, saya tidak mengetahui adanya OTT itu," kata SF Hariyanto, Kamis (6/11/2025).

SF mengakui, memang saat adanya kejadian itu ia bersama Gubernur Abdul Wahid dan Bupati Siak Afni Zulkifli di kafe belakang rumah dinas gubernur sedang bincang santai sambil ngopi.

"Tiba-tiba saat itu ada banyak tamu di luar, katanya ada tamu datang. Saya keluar sudah ramai. Itu saja yang saya tau. Namun berita yang beredar Wagub diperiksa, saya tidak ada diperiksa dan saya langsung pulang," terangnya.

Setelah kejadian penangkapan Abdul Wahid, SF Hariyanto mengaku meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah untuk melaksanakan salat Ashar.

"Ini yang perlu kita luruskan biar tidak menjadi fitnah di tengah masyarakat. Apalagi berita yang beredar saya dibilang saksi pelapor, itu tidak benar dan fitnah," tukasnya.

Berita Lainnya

Index