PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus Dialog Kebangsaan bersama tokoh nasional H. Anies Rasyid Baswedan, SE., MPP., Ph.D., pada Jumat (7/11/2025) di Kampus Utama UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.
Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri ribuan civitas akademika, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimda Provinsi Riau, Pangdam Bukit Barisan, Kapolda Riau, serta sejumlah organisasi masyarakat dan pimpinan wilayah Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyambut hangat kedatangan Anies Baswedan di Kampus Muhammadiyah Riau.
Saidul Amin menjelaskan bahwa saat ini UMRI telah berusia 17 tahun, dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 14.000 orang yang tersebar di 9 fakultas dan 33 program studi, termasuk Fakultas Kedokteran serta dua program magister di Pascasarjana.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UMRI memiliki visi besar untuk menjadi universitas berkelas internasional, mengingat posisinya yang strategis di antara negara-negara Asia Tenggara.
“Kita dekat dengan Singapura dan Malaysia, maka standar kita bukan lagi UGM atau UII. Standar kita harus universitas-universitas terbaik di Asia Tenggara,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Saidul Amin juga menyinggung hubungan historis keluarga besar Muhammadiyah dengan keluarga besar Baswedan, khususnya kiprah kakek Anies, Abdurrahman Baswedan, yang memiliki peran penting dalam pergerakan nasional dan keislaman.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, H. Anies Rasyid Baswedan, SE., MPP., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar UMRI. Ia mengaku merasa seperti pulang ke rumah sendiri.
“Alhamdulillah, senang sekali bisa sampai di sini. Seperti kata Pak Rektor, memang serasa pulang ke rumah sendiri,” ungkap Anies mengawali pidatonya.
Anies kemudian mengajak para mahasiswa dan generasi muda untuk terus bersemangat menuntut ilmu dan berani bermimpi besar. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memperluas wawasan dan menumbuhkan rasa percaya diri.
“Pendidikan bukan hanya soal mencari gelar, tapi tentang menyiapkan diri untuk menjadi pembawa perubahan. Ilmu adalah cahaya, dan tugas kita adalah memastikan cahaya itu menerangi sebanyak mungkin orang,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Anies turut mengisahkan pengalamannya bersama program Indonesia Mengajar, ketika ia mengirim para pengajar muda ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, yang kala itu masih sangat terbatas aksesnya. Kisah tentang perjuangan seorang pengajar dan murid di pulau tersebut menjadi inspirasi bagi para peserta yang hadir.
“Lokasi lahir boleh di mana saja, tapi lokasi mimpi harus di langit. Anak-anak kita tidak kalah, hanya saja seringkali yang menutup kesempatan adalah cara pandang kita sendiri,” tutur Anies.
Tak hanya itu, Anies juga memberikan pesan kebangsaan yang menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial.
“Kita ini satu bangsa, bukan karena kita seragam, tapi karena kita mau berjalan bersama dalam perbedaan. Itulah hakikat kebangsaan yang sejati,” katanya.
Menutup sambutannya, Anies mengapresiasi visi UMRI untuk menjadi universitas berkelas dunia dan mendorong agar semangat itu terus dijaga.
“Saya setuju dengan Pak Rektor, jangan berhenti di target nasional. Kita harus menembus batas, karena jarak geografis kini bisa ditembus oleh pengetahuan dan teknologi,” pungkasnya.
Acara Launching PMB UMRI 2026/2027 dan Dialog Kebangsaan ini juga menampilkan inovasi karya mahasiswa, termasuk dua unit mobil hemat energi hasil karya tim UMRI yang menjadi finalis dalam kontes nasional tahun 2025, dan juga launching map UMRI di Roblox Karya Mahasiswa UMRI.
