PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan pentingnya kegiatan penilaian potensi dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis dalam penerapan sistem manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Kegiatan yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru ini berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 November 2025 di Gedung B5 Komplek Perkantoran Tenayan Raya.
Sebanyak 769 ASN dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari pejabat struktural eselon II, III, IV, serta pejabat fungsional madya, muda, dan pertama.
Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru Samto mengatakan, kegiatan ini bertujuan memetakan potensi dan kompetensi ASN secara menyeluruh agar pemerintah memiliki data valid dalam pembinaan karier, rotasi, dan promosi jabatan.
“Penilaian dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kita ingin tahu sejauh mana kemampuan dan kesiapan ASN dalam mendukung pembangunan kota,” ujarnya.
Samto menambahkan, hasil asesmen akan menjadi dasar penting bagi Pemko Pekanbaru dalam pengisian jabatan. Wali Kota Agung menekankan agar proses pengangkatan pejabat dilakukan berdasarkan data dan hasil penilaian, bukan karena kedekatan pribadi.
“Pak Wali Kota ingin sistem manajemen talenta diterapkan secara berkelanjutan agar setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensinya,” jelasnya.
Menurut Samto, penerapan manajemen talenta menjadi kunci pembenahan birokrasi agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan responsif. “Pak Walikota ingin menciptakan birokrasi profesional yang menempatkan ASN berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan formalitas jabatan,” katanya.
Hasil penilaian ASN akan diintegrasikan dalam sistem Pro ASN untuk membentuk profil kompetensi dan peta talenta aparatur. Data tersebut menjadi dasar perencanaan karier, promosi jabatan, dan pengembangan kapasitas pegawai.
“Setelah asesmen ini, kami akan melakukan analisis hasil pemetaan untuk menentukan langkah strategis pembinaan karier. ASN yang berkompeten akan diberi ruang lebih besar untuk berkembang,” tegas Samto.
Ia menambahkan, penerapan sistem merit ini merupakan bagian dari visi Wali Kota Agung dalam membangun birokrasi modern, adaptif, dan berorientasi hasil.
“Pak Walikota ingin Pemko Pekanbaru menjadi contoh penerapan sistem merit di daerah. Dengan birokrasi profesional, pelayanan publik akan semakin berkualitas,” pungkasnya.
