Libur Nataru, Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Mulai Meningkat

Libur Nataru, Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Mulai Meningkat

PEKANBARU - Memasuki masa libur sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), aktivitas penumpang di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

Lonjakan penumpang terlihat pada rute Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antarkota Antarprovinsi (AKAP).

Kepala Terminal BRPS, Bambang Armanto, mengatakan peningkatan arus keberangkatan sudah mulai terasa sejak dua hari terakhir, khususnya pada rute-rute tujuan Pulau Jawa dan Sumatera Utara.

"Untuk keberangkatan pagi ini, sekitar pukul 14.00 WIB ada bus tujuan Pulau Jawa seperti ke Bandung dan Jakarta. Sementara untuk keberangkatan malam, khususnya ke Medan dan sejumlah daerah di Sumatera Utara, dimulai dari pukul 17.00 hingga 20.30 WIB," ujar Bambang, Senin (23/12/2025).

Berdasarkan data terminal, puncak arus keberangkatan Nataru terjadi pada tanggal 20 dan 21 Desember 2025. Pada 21 Desember, total penumpang AKDP tercatat mencapai 2.580 orang dengan kapasitas kursi sebanyak 10.584 seat yang dilayani oleh 304 armada.

"Untuk yang ke AKAP, penumpang tertinggi di tanggal 21 Desember kemarin, dengan total 384 orang. Itu sudah terjadi kenaikan penumpang sekitar 18 persen," jelas Bambang.

Untuk data penumpang hari ini, Bambang menyebutkan rekapitulasi lengkap baru akan diterima keesokan harinya. Namun, berdasarkan laporan dari para pengusaha dan ketua perusahaan angkutan, sebagian besar armada keberangkatan sudah terisi penuh.

"Hampir rata-rata sudah penuh, baik tujuan Sumatera Utara seperti Medan dan Siantar. Kecuali rute Sibolga yang hingga kini belum beroperasi akibat dampak pascabanjir," sebutnya.

Ia juga menyampaikan, puncak arus kedatangan penumpang ke Pekanbaru diperkirakan akan terjadi pada 3 hingga 4 Januari 2026, seiring berakhirnya masa libur Nataru.

Terkait tarif tiket, hingga saat ini belum ditemukan adanya kenaikan harga. Menurutnya, tarif angkutan kelas ekonomi telah diatur pemerintah melalui batas atas dan batas bawah.

"Jadi saya lihat belum ada kenaikan. Kemudian tarif batas atas tarif batas bawah itu kan sudah diatur sama pemerintah. Pemerintah yang mengatur yang kelas ekonomi. Kelas eksekutif itu perusahaan yang atur," katanya.

Meski demikian, sejumlah kendala masih ditemui pada arus kedatangan, khususnya bus dari Aceh dan Sumatera Utara. Kendala utama berupa antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan keterlambatan.

“Bus dari Aceh dan Sumut sering terlambat karena antrean BBM. Seharusnya datang jam 10 pagi, kadang-kadang jam 1 atau jam 2 baru sampai di sini,” cakapnya.

Selain itu, keterlambatan juga dialami bus dari Pulau Jawa menuju Pekanbaru akibat gelombang tinggi di jalur penyeberangan serta antrean BBM di wilayah Palembang.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada para pemudik agar tetap memperhatikan keselamatan selama perjalanan, termasuk tidak membawa barang berlebihan.

"Kita berharap dengan adanya perkembangan-perkembangan transportasi, cuaca dan jalan yang sudah lancar, jangan berlebihanlah membawa barang-barang bawaannya. Kepada para pengemudi itu juga selalu kita mengimbau supaya tetap fokus dalam membawa kendaraan, tetap menjaga aturan berlalu lintas, supaya betul-betul harapan kita selamat sampai tujuan bisa berjumpa keluarga," tutupnya.

Berita Lainnya

Index