Celotehriau.com – Perdagangan saham pada awal pekan dibuka dengan optimisme tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 175,89 poin atau 2,93% ke level 6.183,5 pada pembukaan sesi I, Senin (15/6/2026).
Hingga beberapa menit setelah perdagangan dimulai, indeks bergerak di kisaran 6.118 hingga 6.187. Kinerja positif IHSG diikuti oleh lonjakan sejumlah saham yang mencatatkan penguatan signifikan dan mendominasi daftar top gainers.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Sebanyak 1,56 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,112 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sekitar 96.380 kali transaksi.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 495 emiten berada di zona hijau, sementara 63 saham terkoreksi dan 401 saham tidak mengalami perubahan harga.
PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi pada awal perdagangan. Harga saham MGNA melesat 29,87% hingga mencapai level Rp 100 per saham.
Di posisi berikutnya, saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menguat 24,88% ke harga Rp 1.255 per saham. Sementara itu, saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) naik 24,86% menjadi Rp 442 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang melonjak 24,83% ke level Rp 1.810 per saham. Adapun saham PT Yanaprima Hasta Persada Tbk (YPAS) meningkat 17,46% dan diperdagangkan pada harga Rp 740 per saham.
CGS International Sekuritas Indonesia menilai tren positif IHSG masih berpotensi berlanjut sepanjang perdagangan hari ini.
Menurut perusahaan sekuritas tersebut, sejumlah sentimen eksternal dan domestik menjadi penopang pasar. Faktor yang dinilai mendukung antara lain penguatan indeks saham di Wall Street, tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, mulai meningkatnya aksi beli investor asing, serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dalam riset hariannya, CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan area support di kisaran 5.900 hingga 5.790. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.115 hingga 6.225.
"IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 5.900-5.790 dan resistance 6.115-6.225," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya, Senin (15/6/2026).
