BANGKINANG, celotehriau.com– Setelah menjalani Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tahun 2026, Ardi Mardiansyah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Kampar H Ahmad Yuzar sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar definitif di Balai Bupati Kampar, Senin (15/6/2026).
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Kampar Hj Misharti, forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Kampar, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Riau Indra, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau Budi Fakhri, Tim Panitia Seleksi Terbuka Pemkab Kampar, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Kampar.
Ardi Mardiansyah menyisihkan dua nama lainnya yang masuk dalam tiga besar hasil seleksi JPTP Kampar, Marahalim dan Yuli Usman. Dari lima jabatan yang telah rampung seleksinya dan telah diumumkan tiga besar hasil seleksi pada Senin 8 Juni 2026 lalu, baru jabatan Sekda yang dilantik oleh Bupati Kampar pada hari ini.
Sedangkan empat jabatan lainnya yakni jabatan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Asisten III Administrasi Umum Setdakab, Inspektur Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan belum diperoleh kepastian kapan akan dilantik.
Sebelumnya, nama Ardi disebut-sebut berpeluang besar bakal menduduki jabatan Sekda definitif Kampar karena sejak 8 Desember 2025 lalu Bupati dan Wabup Kampar telah memberikan kepercayaan kepada doktor lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) itu sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kampar yang sebelumnya ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda.
Ardi menjabat Plh dan Pj Sekda menggantikan H Hambali yang mengundurkan diri sebagai Sekda karena berseberangan dengan Bupati dan Wabup Kampar sekaligus pensiun dini sebagai abdi negara. Selama menjabat Plh maupun Pj Sekda, Ardi juga rangkap jabatan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kampar.
Karir Ardi sebagai birokrat terbilang melesat kencang. Di usia terbilang muda, 41 tahun, ia berhasil melewati capaian beberapa orang seniornya sesama alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Lingkungan Pemkab Kampar. Bahkan ia juga melewati karier dua orang kakak kandungnya Riedel Fitri yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kampar dan Syahrizal yang baru saja pensiun sebagai PNS dengan jabatan terakhir sebagai Asisten III Setdakab Kampar.
Sekira sepuluh tahun lalu, saat Kampar dipimpin Bupati H Jefry Noer, Ardi Mardiansyah yang dikenal fokus dan ulet dalam melaksanakan pekerjaannya masih menjabat sebagai eselon empat dan akhirnya dipercaya sebagai Kepala Bagian Prorokoler di Sekretariat Daerah.
Kemudian, kariernya semakin menanjak. Pada masa kepemimpinan Bupati H Catur Sugeng Susanto sejak 2019-2022, pria yang masa remajanya merupakan andalan tim sepakbola Kampar itu mulai dipercaya menempati jabatan eselon II yakni sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan akhirnya ia mengemban amanah sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar dan pernah menjadi Pj Kepala Satpol PP Kampar.
Berkaitan pelantikan Sekda, Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam sambutannya menyampaikan, dalam menjalankan tugas sebagai Sekda, terdapat aturan yang menjadi pedoman, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang telah diubah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019.
Dikatakan, Sekda memiliki tugas membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan serta pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah. Selain itu, sebagai pejabat administrasi tertinggi di lingkungan sekretariat daerah, Sekda memiliki peran penting dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah guna mewujudkan visi dan misi kepala daerah.
“Saya percaya saudara adalah orang yang tepat untuk menduduki jabatan ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada seluruh organisasi perangkat daerah agar mengikuti arahan Sekretaris Daerah dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Ahmad Yuzar.
Bupati Kampar juga mengingatkan agar fakta integritas yang telah dibacakan dalam prosesi pelantikan dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sehingga seluruh amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Di akhir arahannya, Ahmad Yuzar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama berperan aktif dalam membangun Kabupaten Kampar.
“Saya menghimbau kepada seluruh stakeholder untuk berperan dalam membangun daerah kita ini. Dengan sinergi dan kebersamaan, kita dapat mewujudkan Kabupaten Kampar yang lebih maju, sejahtera dan berdaya saing,” cakap Yuzar.
