CR - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi pagelaran wayang kulit yang digelar Sanggar Seni Kridho Laras Budaya di Jalan Indrapuri, Pekanbaru, Senin (15/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-242 Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho menyebut wayang kulit merupakan hiburan rakyat yang sarat makna dan nilai budaya. Ia menegaskan, kesenian ini tidak hanya menjadi milik masyarakat Jawa, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Ini merupakan tontonan sekaligus tuntunan yang penuh makna. Tidak hanya untuk masyarakat Jawa, tetapi juga seluruh suku yang ada di Pekanbaru,” kata Agung, Selasa (16/6/2026).
Agung berharap momentum Tahun Baru Islam dan Hari Jadi Pekanbaru dapat menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan di tahun yang baru ini masyarakat Pekanbaru semakin sejahtera dan pembangunan kota semakin maju,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah, termasuk kesenian wayang kulit.
“Kegiatan wayang kulit seperti ini harus terus dilestarikan. Pemerintah Kota Pekanbaru siap mendukung dan membantu menyediakan wadah bagi para pelaku seni untuk menjaga kelestarian budaya ini,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Agung juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta kepada Sanggar Seni Kridho Laras Budaya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya.
Sementara itu, Ketua Sanggar Seni Kridho Laras Budaya Salam Yudi Susanto menyampaikan, pagelaran wayang kulit tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat terhadap hiburan seni budaya ini sangat tinggi,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para penggiat seni agar budaya tradisional tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Ketua Panitia Pelaksana Bibit Gunarto menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat luas.
“Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hingga malam hari. Dalam pagelaran ini kami menghadirkan dua dalang yang tampil secara bergantian,” pungkasnya.
