Years to Years, Capaian PAD Tahun Ini Lebih Besar Dibanding 2018

Years to Years, Capaian PAD Tahun Ini Lebih Besar Dibanding 2018
Kepala Bapenda Pekanbaru, Zulhelmi Arifin saat mendampingi Walikota Pekanbaru, Firdaus.

PEKANBARU - Hingga menjelang akhir tahun, pencapaian Pajak Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru baru mencapai 50 persen lebih. Jumlah tersebut tercatat dari 11 jenis pajak yang ada di Kota Pekanbaru.

"Pendapatan Asli Daerah hingga Jumat lalu (25 Oktober 2019) lebih kurang Rp516 miliar," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin.

Meski baru mencapai Rp516 miliar dari target Rp800 miliar, Zulhelmi mengklaim jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun 2018 lalu. Dimana per akhir bulan Oktober 2018, PAD Pekanbaru hanya mencapai Rp506 miliar.

Pria yang akrab disapa Ami ini menuturkan, pendapatan terbesar masih berasal dari Pajak Bumi Bangunan atau PBB.

"Pajak Bumi dan Bangunan tahun ini mencapai Rp100 miliar lebih. Meningkat juga dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp34 miliar," ujarnya.

Capaian pendapatan dari PBB pada tahun ini alami kenaikan. Capaian PBB pada tahun 2018 hanya Rp69,5 miliar.

Jumlah pendapatan PBB mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada tahun ini. Ia menilai dukungan dari semua pihak sejak awal tahun mendorong peningkatan PBB tahun ini.

Apalagi sudah ada program penghapusan denda bagi wajib PBB yang menunggak. Mereka hanya cukup membayar pokok pajak saja.

Sementara itu, BPHTB juga mendomasi pajak daerah dengan raihan jumlah mencapai Rp106 miliar.

"Nah untuk sektor pajak daerah lainnya juga menyumbang banyak ke PAD. Pajak restoran saat ini mencapai Rp96, 4 miliar," ujarnya.

Ada juga Pajak Penerangan Jalan (PPJ) mencapai Rp89,3 miliar. Pajak hotel juga menyumbang Rp32,6 miliar.

Sedangkan pendapatan dari pajak daerah yang jumlahnya hanya ratusan juta rupiah adalah pajak sarang walet. Capaian pajak itu hanya Rp123 juta.

Berita Lainnya

Index