Warga Riau Menderita ISPA Gara-gara Kabut Asap Meningkat, Kini Tembus 10.783 Kasus

Senin, 07 September 2026 | 13:19:00 WIB

PEKANBARU (celotehriau.com) - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Riau sejak awal Agustus hingga 7 September 2026 tembus 10.783 orang. Kasus ini terus bertambah sejak kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan bahwa jumlah pasien menderita ISPA terus bertambah di tengah kabut asap yang menyelimuti daerah di Riau.

Ia menyebut, di bulan Agustus lalu data penderita kasus ISPA tembus 6.455 orang. Kemudian di bulan September yang baru berjalan 7 hari, kasus ISPA terdeteksi sebanyak 4.530 orang.

Dari total penderita ISPA yang terdeteksi, sebanyak 5.321 orang merupakan laki-laki sementara 5.462 orang perempuan.

Parahnya lagi, anak usia 0-5 tahun dan anak 5-9 tahun cukup banyak yang terdeteksi yang terkena ISPA. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau ada 1.937 anak usia 0-5 tahun di Riau yang terkena ISPA. Mereka yang terdampak diantaranya 1.162 laki-laki dan 775 perempuan.

Sementara anak usia 5-9 yang terkena ISPA sebanyak 1.844 orang. Dengan 989 laki-laki dan 855 perempuan.

"Jadi memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan terhadap layanan kesehatan di kabupaten/kota yang terdampak dan tetap terlayani dengan baik," ujar Zulkifli, Senin (7/9/2026).

Ia menyebut, sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit ISPA oleh kabut asap yang disebabkan karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan kabupaten/kota terus melakukan pembagian masker. Pihaknya juga memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat terdampak kabut asap.

"Pembagian masker terus kita lakukan, kemudian himbauan dan edukasi kita sampaikan baik langsung maupun melalui media dan juga media sosial," sebutnya.

Tak hanya itu, kada Zulkifli, pemberian makan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang terdampak juga dilakukan. Kemudian menyiapkan oksigen kinsentra di beberapa Puskesmas.

"Kemudian mengaktifkan emergensi medical tim di masing-masing Puskeamas. Khusus di Dinkes Provinsi Riau, kita sudah menyiapkan tenda sebagai posko jika sewaktu-waktu dibutuhkan termasuk rumah oksigen dan 3 tempat tidur," ungkapnya.

Pihaknya juga melibatkan perguruan tinggi kesehatan organisasi profesi kesehatan untuk memberikan edukasi dan promosi kesehatan khususnya dampak asap, termasuk melibatkan mahasiswa kesehatan dan organisasi profesi kesehatan untuk membagi-bagikan masker pada pengguna jalan.

Terkini