Karhutla di Giam Siak Kecil, Pemadaman Lewat Jalur Darat dan Udara

Sabtu, 06 Maret 2021 | 02:15:56 WIB
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.(BBKSDA Riau)

BENGKALIS - Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis hingga saat ini masih dalam proses pemadaman.

Petugas masih berjibaku memadamkan api yang terbakar membakar lahan di wilayah tersebut. 

Tidak hanya pasukan darat yang diturunkan ke lokasi ini, namun pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan water bombing.

"Proses pemadaman masih terus berlanjut, baik melalui jalur darat maupun udara dengan menggunakan heli water bombing," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Ghafur, Jumat (5/3/2021). 

Jim mengungkapkan, pemadaman melalui jalur udara memang belum bisa maksimal. 

Sebab heli bantuan KLHK yang digunakan untuk water bombing saat ini kapasitasnya terbatas.

"Kapasitasnya cuma 1000 liter atau satu ton. Jadi dengan kondisi ini memang api tidak bisa langsung padam, tapi tim darat terus melakukan upaya pemadaman. Hari ini masih akan dilanjutkan lagi," ujarnya.

 100 Hektare Terbakar

Kebakaran di lahan cagar biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, itu masih dipadamkan. Saat ini tim satgas kebakaran hutan dan lahan masih fokus berjibaku melawan api.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk menyelidiki kasus ini karhutla ini. Pihaknya kini sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait kebakaran yang menghanguskan 100 hektar lahan tersebut.

"Sementara kami melakukan pengumpulan bahan dan keterangan di wilayah tersebut oleh tim kami sendiri. Setelah itu pasti kami koordinasikan dengan penegak hukum khususnya Polri," ungkap Suharyono, Jumat (5/3/2021).

Suharyono mengaku yakin terdapat unsur kesengajaan oleh manusia untuk membuka lahan sehingga habitat tanaman kantong semar tersebut dilalap si jago merah. Pihaknya menduga lahan ini disiapkan untuk membuka kebun sawit, tapi api tidak bisa dikendalikan sampai merembet ke kawasan-kawasan lainnya.

Kebakaran sendiri terjadi sejak 2 pekan terakhir. Sulitnya pemadaman karena akses menuju lokasi yang minim dan kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut.

Selain akses, sumber air di lokasi diketahui cukup jauh dan sulit. Sehingga petugas harus berjibaku memadamkan api dan menarik selang lebih jauh untuk dapat mencapai titik lokasi kebakaran tersebut.

Terkini