PEKANBARU - Kontingen Pekanbaru berhasil keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) sepatu roda yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau. Disatu sisi, PB Perserosi memuji pelaksaan Kejurda dimana antusiasme sangat tinggi.
"Selamat buat atlet Pekanbaru yang keluar sebagai juara umum," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau melalui Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Zulkifli Rahman dalam sambutannya kala menutup Kejurda, Minggu malam (25/6/2023).
Kejurda sendiri digelar di venue sepatu roda yang ada di Kabupaten Siak. Ada 187 atlet yang ikut dari 10 kabupaten/ kota di Riau.Namun Zulkifli meminta atlet Pekanbaru untuk terus meningkatkan latihan. Jangan cepat berpuas diri setelah juara diajang Kejurda ini.
Begitu juga bagi atlet yang belum juara. Ia meminta untuk meningkatkan latihan lagi. Sehingga di ajang kedepan, bisa meraih prestasi."Untuk yang juara atau belum, tingkatkan latihan," pintanya..jpeg)
Ketua umum PB Perserosi Velix Vernando Wanggai melalui Sekjen Sandra Erawanto, S.STP., M.Pub.Pol mengapresiasi Kejurda ini. Apalagi kegiatan tersebut dihadiri banyak peserta."Di Siak kemarin, Kejurda itu luar biasa," kata Sandra Erawanto dengan wajah takjub.
Pihaknya pun berharap Kejurda itu menjadi momen kebangkitan sepatu roda Riau. Apalagi beberapa tahun ini prestasi sepatu roda Riau mengalami penurunan.
Ia menjabarkan pada PON 2012 lalu, sepatu roda Riau berhasil meraih 3 emas. Terus menurun hingga akhirnya pada PON 2021 sepatu roda Riau hanya meraih 1 perunggu."Kami harap ini jadi momen kebangkitan," ujarnya.
Dikatakanya juga, dari se-Sumatera, animo sepatu roda di Riau lebih tinggi. Sebab pihaknya sudah meninjau beberapa propinsi lainnya di Sumatera.Ia pun berharap kedepan, venue sepatu roda semakin banyak di Riau dan tersebar di kabupaten/ kota. Sebab para animo sangat tinggi."Harapan kita juga ada venue yang standart internasional yang bisa untuk sepatu roda dan skateboard," ucapnya.
Ketua Pengprov Perserosi Riau, Benny Saputra Kejurda ini menjadi perdana setelah Perserosi ada di Riau. Ia pun mengucapkan terimakasih pada Pemprov Riau, Dispora Riau dan KONI Riau.
Ia juga meminta dukungan saat Kejurnas babak kualifikasi PON 2024 di Pariaman, Sumbar nanti. Kejurnas akan digelar 9 - 13 Agustus nanti."Terimakssih atas dukungan semua pihak. Pak Gubri, Kadispora dan KONI Riau. Semoga sepatu roda Riau semakin jaya," harapnya.
Ada dua kategori yang dipertandingkan di Kejurda ini. Yakni speed dan standart.
Di kategori speed, atlet Pekanbaru berhasil meraih 15 emas, 5 perak dan 6 perunggu. Diperingkat kedua ada Bengkalis dengan koleksi 10 emas, 6 perak dan 8 perunggu. Tuan rumah Siak diperingkat ke-3 dengan koleksi 8 emas, 9 perak dan 6 perunggu.
Sedangkan Inhu diperingkat berikutnya dengan 7 emas, 16 petak dan 10 perunggu. Disusul Meranti dengan 3 emas, 1 0erqk dan 4 perunggu. Kemudian Kuansing dengan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Pelalawan diposiis berikutnya dengan 3 perak dan 4 perunggu. Disusul Rohul dengan 1 perak dan 4 perunggu. Rohil dengan 1 perak dan perunggu. Kontingen Dumai dengan nol medali.
Di kategori standart, Pekanbaru juara umum dengan 9 emas dan 2 perak. Disusul Rohul 5 emas, 4 perak dan 2 perunggu. Kemudian Rohil dengan 5 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Siak diperingkat ke-4 dengan 3 emas, 5 petak dan 4 perunggu. Kemudian kuansing dengan 1 emas, 6 perak dan 4 perunggu.
Pelalawan diperingkat berikutnya dengan 1 emas dan 3 perak. Kemudian Dumai dengan 3 perak dan 7 perunggu. Meranti dan Bengkalis diposisi berikutnya dengan 1 perunggu. Inhu nihil medali di kategori ini. (***)
