6 Tips Aman Berkendara di Bulan Ramadan, Tetap Nyaman di Perjalanan

6 Tips Aman Berkendara di Bulan Ramadan, Tetap Nyaman di Perjalanan

PEKANBARU - Aktivitas berkendara selama bulan Ramadhan tentu berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Perubahan kondisi lalu lintas menjadi tantangan tersendiri, mulai dari keberadaan warung takjil dadakan di pinggir jalan, kepadatan lalu lintas di jam-jam tertentu terutama di sekitar pasar Ramadhan, hingga kegiatan berbagi takjil gratis oleh komunitas dan instansi.

Selain itu, bagi pengendara yang menjalankan puasa, perubahan pola makan dan tidur dapat mempengaruhi fokus dan kemampuan dalam mengantisipasi bahaya di jalan.

Sebagai bentuk komitmen dalam keselamatan berkendara, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau membagikan sejumlah tips melalui instruktur safety riding, Rama Dhandyano.

Berikut enam tips berkendara aman selama bulan Ramadhan:

1. Cukupkan Waktu Istirahat
Perubahan pola tidur saat berpuasa dapat berdampak pada konsentrasi saat berkendara. Oleh karena itu, aturlah waktu istirahat dengan baik, tidur lebih awal atau menambah jam tidur di waktu lain. Jika merasa mengantuk atau kehilangan fokus di perjalanan, segera berhenti dan istirahat sejenak. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko kelelahan, salah mengambil keputusan, serta kesalahan dalam mengoperasikan kendaraan.

2. Rencanakan Perjalanan
Lalu lintas saat Ramadhan cenderung lebih padat, terutama menjelang waktu berbuka. Dengan merencanakan rute dan waktu perjalanan, pengendara dapat menghindari kemacetan serta menghemat waktu dan energi, sehingga emosi tetap terkendali selama di jalan.

3. Atur Pola Makan yang Sehat
Karena perubahan jadwal makan, penting untuk mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi seperti sayuran, buah-buahan, serta vitamin, dan memperbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Asupan yang cukup akan membantu menjaga daya tahan tubuh serta mencegah dehidrasi selama berkendara.

4. Lakukan Pemanasan Sebelum Berkendara
Perubahan pola tidur dan makan dapat mempengaruhi kondisi fisik. Oleh karena itu, lakukan pemanasan ringan sebelum berkendara untuk meningkatkan respons tubuh serta memastikan kesiapan fisik saat di jalan.

5. Berkendara dengan Konsentrasi dan Pikiran Positif
Hindari aktivitas yang menguras energi seperti menggunakan handphone saat berkendara, membawa beban berat, atau melakukan gerakan yang berlebihan. Jika merasa lelah atau emosi mulai tidak stabil, sebaiknya berhenti sejenak untuk beristirahat. Pikiran positif akan membantu pengendara tetap tenang dan menghindari tindakan yang berisiko.

6. Tingkatkan Prediksi Bahaya
Perubahan perilaku pengguna jalan selama bulan Ramadhan perlu diwaspadai, seperti pengendara yang tergesa-gesa menjelang berbuka, kendaraan yang tiba-tiba menepi untuk membeli takjil, serta pedagang yang berjualan di tepi jalan.

Untuk mengantisipasi potensi bahaya, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan sekitar 3-4 detik, kurangi kecepatan di area padat, serta terapkan prinsip 4T (Tengok kanan-kiri, Tunggu, Tegas, dan Terus) saat melintas di persimpangan.

Selain menerapkan keenam tips di atas, pengendara juga wajib menggunakan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu guna meminimalisir risiko cedera jika terjadi kecelakaan.

Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat serta selalu patuhi peraturan lalu lintas.

"#Cari_aman saat naik motor, kami mengajak pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan di bulan suci Ramadhan,” tutup Rama Dhandyano.

Berita Lainnya

Index