PEKANBARU – Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS, Ayat Cahyadi, mengapresiasi langkah efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid.
Menurutnya, kebijakan tersebut sangat penting untuk menghadapi defisit anggaran dan memastikan penggunaan APBD lebih efektif.
"Saya mengapresiasi langkah efisiensi yang dilakukan oleh Gubernur Riau. Ini adalah langkah yang tepat untuk menjaga keuangan daerah tetap sehat dan memastikan anggaran digunakan secara optimal," ujar Ayat Cahyadi, Sabtu (15/3).
Ia juga mendorong Pemprov Riau untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perkebunan sawit serta reaktivasi sumur minyak tua.
"Pemprov harus lebih serius dalam menggali potensi PAD, salah satunya melalui PBB perkebunan sawit yang selama ini belum optimal. Selain itu, reaktivasi sumur minyak tua juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi daerah," tambahnya.
Selain efisiensi anggaran dan optimalisasi PAD, Ayat juga menyoroti pentingnya program keagamaan dalam mewujudkan visi Riau Bermarwah. Ia menekankan bahwa sarana prasarana keagamaan serta insentif bagi guru tahfiz dan guru MDTA harus tetap menjadi prioritas.
"Untuk mewujudkan Riau Bermarwah, kita harus mendukung penuh program keagamaan. Sarana prasarana serta insentif bagi guru tahfiz dan guru MDTA harus diperhatikan. Potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) juga harus dimaksimalkan agar bisa membantu program ini," jelasnya.
Sebelumnya, Pemprov Riau telah merumuskan kebijakan efisiensi anggaran dalam APBD 2025 sebagai respons terhadap defisit anggaran.
Kebijakan ini mencakup pemangkasan anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen, seminar dan Focus Group Discussion (FGD) sebesar 80 persen, serta pengurangan anggaran sewa gedung dan bangunan hingga 75 persen.
