Pertamina Uji Tera BBM di Dua SPBU Pekanbaru, Pastikan Takaran Akurat

Pertamina Uji Tera BBM di Dua SPBU Pekanbaru, Pastikan Takaran Akurat

PEKANBARU - Pertamina Patra Niaga terus memastikan ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM) yang disalurkan kepada masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan uji tera BBM yang dilakukan di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru, yakni SPBU 14282621 di Jalan Sudirman dan SPBU 14282603 yang berada di seberang Hotel Pangeran.

Sales Branch Manager Fuel 1 Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Indra Pratama, menjelaskan bahwa pengujian ini bertujuan untuk memastikan akurasi volume BBM yang diterima oleh konsumen.

"Dari hasil pengujian menggunakan bejana ukur 20 liter, SPBU pertama menunjukkan selisih 10 mililiter, sedangkan SPBU kedua memiliki selisih 25 mililiter. Angka ini masih dalam batas toleransi akurasi, yakni 60 mililiter," ujar Indra Pratama usai melakukan uji tera, Senin (17/3/2025).

Senada dengan itu, Sales Branch Manager Fuel 3 Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, M. Taufik Ridwan Lubis, menegaskan bahwa pihaknya selalu menjamin kualitas dan kuantitas BBM yang dijual.

“Kami memastikan semua produk yang didistribusikan dari terminal BBM telah melalui uji kualitas dan kuantitas yang ketat. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan kepastian kepada konsumen,” ujarnya.

Pengujian ini juga menjadi upaya untuk mendeteksi potensi penyimpangan dalam takaran BBM. Sebelumnya, ditemukan dua SPBU di Kuantan Singingi (Kuansing) yang melebihi ambang toleransi dalam takaran nozzle. Sebagai tindak lanjut, Pertamina langsung menyegel nozzle yang bermasalah tanpa menghentikan operasional SPBU secara keseluruhan.

Selain uji tera, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk lebih aktif dalam memastikan kualitas BBM yang dibeli.

“Di setiap SPBU, sudah tersedia sampel BBM real-time yang bisa dilihat langsung oleh konsumen. Jika ada keraguan, masyarakat bisa melaporkan ke call center Pertamina di 135, dan kami siap melakukan pengecekan bersama,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penera Madya Metrologi Disperindag Kota Pekanbaru, Neavis Wandi menyatakan bahwa pihaknya mendampingi Pertamina dalam proses uji petik kuantitas volume BBM.

“Hasilnya masih dalam batas toleransi yang diizinkan dan mendekati nol. Ini menunjukkan bahwa SPBU yang diuji mematuhi aturan yang ditetapkan,” katanya.

Neavis juga menekankan bahwa Disperindag rutin melakukan uji tera dan tera ulang terhadap SPBU.

“Biasanya SPBU menjaga sertifikat teranya tetap berlaku. Jika ditemukan tidak berlaku, maka transaksi yang dilakukan bisa dikategorikan ilegal,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Sakinah SSTP, M.Si yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga terkait pendistribusian BBM bersubsidi seperti biosolar dan Pertalite.

“Kami lebih fokus pada kuota pendistribusian. Namun, jika ada laporan dari masyarakat atau pemerintah terkait dugaan penyimpangan, kami siap menjembatani dan menindaklanjuti," tutup Sakinah.

Berita Lainnya

Index