PEKANBARU - Menjelang Hari Raya Idulfitri dan cuti Lebaran, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi mengungkapkan harapannya agar kota Pekanbaru terbebas dari tumpukan sampah.
Ia menyoroti hingga H-1 lebaran masih banyak sampah berserakan dan tidak diangkut di beberapa titik di Kota Pekanbaru. Hal ini juga menjadi keluhan masyarakat Kota Pekanbaru.
"Kita minta PT Ella Pratama Prakasa (EPP) untuk bekerja lebih maksimal dalam mengangkut sampah agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lingkungan yang bersih dan nyaman," ungkap Zulkardi, Ahad (30/3/2025).
Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah memberikan bantuan dalam pengangkutan sampah, meskipun seharusnya hal ini menjadi tanggung jawab penuh PT EPP sebagai pihak yang memenangkan lelang pengelolaan sampah.
"Dimana terlihatnya alat berat dan mobil milik Pemko yang ikut mengangkut sampah. Seharusnya PT EPP menjalankan tugasnya secara maksimal tanpa harus bergantung pada bantuan Pemko," katanya.
Ia juga meminta Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, untuk mengevaluasi kinerja PT EPP yang sebelumnya telah mendapatkan Surat Peringatan (SP) 1. Menurutnya, evaluasi ini penting agar ada tindakan tegas terhadap perusahaan yang tidak bekerja sesuai kontrak.
"Jika sudah diberi teguran tetapi masih tidak maksimal, perlu ada sanksi lebih lanjut," tambahnya.
Zulkardi juga menyoroti persoalan Transdipo, tempat pembuangan sementara yang dinilainya tidak memadai. Ia mengungkapkan izin pengoperasian Transdipo baru diurus pada Februari lalu, padahal pengelolaannya sudah berjalan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Hal ini, kata Zulkardi berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan karena tidak memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
"Kita mengingatkan bahwa Transdipo harus mencantumkan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) untuk memastikan pengelolaannya tidak mencemari tanah dan udara di sekitarnya. Kita tidak ingin ada dampak buruk bagi lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak sesuai standar," tegasnya.
Ia juga menyoroti fakta PT EPP seharusnya memiliki alat berat sendiri untuk pengelolaan sampah sesuai kontrak yang telah disepakati. Namun, kenyataannya Pemko masih memberikan bantuan alat berat, yang menandakan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki kesiapan yang cukup.
"Menanggapi instruksi Walikota Pekanbaru yang menginginkan tidak ada lagi sampah berserakan saat Idulfitri, kita mendukung hal ini, karena juga menjadi acuan dari Walikota di 100 hari masa kerjanya, persoalan sampah dapat teratasi," jelasnya.
"Kita semua berharap kebersihan Pekanbaru bisa terwujud sesuai instruksi Walikota. Jika dalam 100 hari ini masalah sampah bisa diselesaikan, tentu itu akan menjadi pencapaian besar. Namun, pihak ketiga yang terlibat harus benar-benar serius menjalankan tugasnya," tutupnya.
