PEKANBARU - Dalam suasana Idulfitri yang penuh berkah ini, Ketua Umum (Ketum) Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru Datuk Seri Rizky Bagus Oka mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, mempererat silahturahmi dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
"Hari kemenangan setelah sebulan berpuasa hendaknya menjadi momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat rasa kebersamaan," ungkap Datuk Oka, Senin (31/3/2025).
Beberapa waktu belakangan, berbagai dinamika politik, termasuk setelah pengesahan RUU TNI, memunculkan kembali perdebatan di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat.
"Perbedaan pilihan dalam pemilu telah berlalu, dan kini saatnya kita kembali bersatu demi kemajuan bersama," tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Masyarakat diminta menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya, jauhi ujaran kebencian, serta utamakan pesan-pesan yang menyejukkan.
"Idulfitri adalah momen yang tepat untuk menata kembali hati dan pikiran. Jangan biarkan perbedaan politik menjadi penghalang bagi kita untuk tetap hidup rukun dan saling menghormati. Mari jaga persatuan dan kedamaian," jelasnya.
Dikatakannya, setiap perbedaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi persaudaraan harus tetap diutamakan.
"Lebih bagus jika kita mengedepankan nilai kebersamaan, saling mendukung, dan bekerja sama membangun daerah serta bangsa," katanya
"Sebagaimana petatah melayu berkata, air yang tenang jangan disangka tiada buaya, tetapi dalam tenang itulah kedamaian tercipta. Artinya, ketenangan dan kedamaian harus dijaga, meskipun perbedaan tetap ada," tutupnya.
