Pekanbaru Belum Tetapkan Status Siaga Karhutla, Ini Alasannya

Pekanbaru Belum Tetapkan Status Siaga Karhutla, Ini Alasannya

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru belum menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, Pemko Pekanbaru terus melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya Karhutla.

"Kita belum tetapkan status siaga Karhutla, yang penting kita lakukan persiapan terlebih dahulu. Lebih baik kita siap dari awal daripada kebakaran terjadi tapi kita tidak siap," ujar Agung.

Agung menyebut, sejumlah wilayah yang menjadi prioritas pemantauan, adalah Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai, dan Rumbai Pesisir. Strategi pencegahan dilakukan dengan menyiagakan lebih dari 5.000 personel, yang disebar hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Kita siapkan personel, anggaran, alat, dan semuanya. Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran," tambahnya.

Dari 12 kabupaten/kota, tersisa Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Pekanbaru yang belum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan status siaga Karhutla. Status siaga ini sudah resmi diberlakukan seluruh wilayah di Riau.

Penetapan status dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang sering terjadi akibat musim kemarau panjang. Karena itu, kabupaten dan kota di Riau juga telah mengambil langkah serupa.

"Kita Provinsi Riau sudah diterapkan status siaga darurat Karhutla. Kabupaten/kota juga telah menetapkan status siaga, kita harapannya tentu tidak mau ada kebakaran," kata Gubri usai Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Selasa (29/4/2025).

Gubri menyebut, pencegahan Karhutla harus terus diedukasi, karena pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sehingga seluruh lapisan masyarakat harus sadar dan bertanggung jawab terhadap alam sekitar.

Berita Lainnya

Index