CHAMPIONSHIP LEAGUE 2025/2026

Petaka Injury Time dan VAR Pupus Kemenangan PSPS di Pakansari

Petaka Injury Time dan VAR Pupus Kemenangan PSPS di Pakansari
Asir Azis menjadi salahsatu penyumbang gol. PSPS kontra Garudayaksa FC di Stadion Pakansari Bogor. (Ihumas PSPS for celotehriau. com)

PAKANSARI, celoteh Riau com- Petaka injury time dan video asisten refree (VAR) menjadi batu sandungan bagi Askar Bertuah PSPS Pekanbaru saat melakoni laga bertajuk Mission Impossible di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (25/9/2025).

Kedudukan 1-2 untuk PSPS harus pupus oleh penalti Everton Nascimento. Kemenangan yang sudah di depan mata terasa dirampok saat injury time setelah tim tuan rumah Garudayaksa FC meminta Challenge VAR terkait handball yang terjadi oleh pemain belakang PSPS dalam kotak penalti.

Hasil ini membuat Askar Bertuah PSPS tak beranjak dari dasar klasemen sementara Pegadaian Championship League 2025/2026 grup Barat. Tambahan satu poin ini menjadikan Ilham Fathoni dan kawan-kawan meraup nilai 2 poin. Sementara tuan rumah Garudayaksa FC masih kokoh di puncak klasemen dengan nilai 7 poin, sama dengan Adhyaksa FC.

Pada laga petang tadi, Garudayaksa FC sempat membuat gol cepat lewat Decho Zacky pada menit ke-5. PSPS baru bisa mencetak gol penyeimbang lewat Asir Asiz pada menit ke-43. Gol ini menjadi pemantik bagi Muhammad Andi Harjito dan kawan-kawan untuk bermain lebih baik lagi. Terbukti, tim besutan Ilham Romadhona ini hanya butuh waktu dua menit untuk comeback dan membalikkan keadaan.

Adalah Christian Santos yang berhasil mencetak gol pembeda laga sebelum turun minum. Usai restart, PSPS yang sudah unggul 1-2 tampil lebih berani. Permainan satu-dua sentuhan Alvin, Selang, dan Andi membuat pertahanan Garudayaksa FC dipaksa berjibaku sampai waktu normal di menit ke-90. Namun, injury time dan VAR menjadi petaka bagi PSPS Pekanbaru.

Kemenangan yang sudah dalam genggaman harus rela dilepaskan, dan Garudayaksa FC pun mendapatkan hadiah penalti. Everton Nascimento yang menjadi algojo menuntaskan dengan baik, tendangan kerasnya membuat Muhammad Darmawan dipaksa memungut bola dari jalannya. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor bertahan 2-2.

Asisten Pelatih PSPS Pekanbaru, Kristiawan, mengakui kecewa dengan hasil imbang 2-2. Namun, dia tetap bangga dengan permainan Ahmad Faris dan kawan-kawan yang menunjukkan determinasi selama pertandingan.

"Permainan tadi melawan tim pemuncak klasemen, PSPS bisa menampilkan permainan yang bagus meskipun secara hasil belum berpihak kepada kami. Tapi Alhamdulillah diberi kelancaran. Dan untuk ini, saya mohon maaf kalau belum bisa mempersembahkan kemenangan buat masyarakat Riau," kata Kristiawan saat press conference.

Terkait penalti di injury time, Kristiawan mengaku tidak melihat dengan jelas, namun karena pertandingan ini menggunakan VAR, pihaknya tetap menerima.

Sementara itu, perwakilan pemain PSPS, Jimmy Aringgear, juga mengukui kecewa dengan hasil imbang 2-2 di Stadion Pakansari. "Kami mohon maaf kepada masyarakat Riau dengan hasil imbang ini. Tapi tetap bersyukur bisa membawa pulang satu poin," kata Alfin.(***/CR8) 

Berita Lainnya

Index