RABAT - Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika setelah menaklukkan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0 lewat perpanjangan waktu dalam laga final yang berlangsung penuh drama dan kekacauan, Senin (19/1/2026) dini hari WIB.
Gol penentu kemenangan dicetak Pape Gueye pada babak tambahan. Senegal sempat menolak melanjutkan pertandingan akibat keputusan wasit yang menghadiahkan penalti kontroversial bagi Maroko pada penghujung waktu normal.
Maroko memperoleh penalti pada menit kelima masa tambahan waktu babak kedua setelah Brahim Díaz dijatuhkan El Hadji Malick Diouf. Keputusan tersebut memicu kemarahan kubu Senegal.
Pelatih Pape Thiaw memimpin para pemainnya meninggalkan lapangan dan kembali ke ruang ganti sebagai bentuk protes.
Penalti tersebut baru dieksekusi hampir 20 menit kemudian setelah Senegal kembali ke lapangan. Díaz yang menjadi algojo gagal memanfaatkan peluang emas tersebut. Tendangannya terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Senegal Edouard Mendy.
Kegagalan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Pada babak perpanjangan waktu, tepatnya 3 menit setelah dimulai, Pape Gueye melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang pada sudut gawang Maroko sekaligus memastikan gelar juara kedua Senegal sepanjang sejarah Piala Afrika.
Selama 90 menit waktu normal, pertandingan sejatinya berjalan relatif seimbang. Senegal dan Maroko sama-sama menciptakan peluang, tetapi gagal memaksimalkannya. Situasi memanas pada babak kedua setelah benturan keras antara Diouf dan Neil El Aynaoui yang menyebabkan laga terhenti cukup lama dan menambah durasi waktu tambahan.
Senegal sempat mencetak gol pada awal masa tambahan babak kedua melalui Ismaïla Sarr, tetapi gol tersebut dianulir wasit karena pelanggaran ringan terhadap Achraf Hakimi dan keputusan yang semakin menyulut emosi para pemain Senegal.
Pada sisa perpanjangan waktu, Maroko masih memiliki peluang menyamakan kedudukan. Nayef Aguerd menanduk bola ke mistar gawang.
Sementara Senegal nyaris menambah gol melalui Cherif Ndiaye yang gagal memanfaatkan peluang emas. Peluit panjang akhirnya disambut perayaan besar para pemain Senegal.
Kemenangan ini mengukuhkan Senegal sebagai juara Afrika untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya menjuarai turnamen edisi 2021. Gol Pape Gueye juga tercatat sebagai gol pertama Senegal yang tercipta di partai final Piala Afrika.
Secara statistik, Senegal melepaskan 14 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang dan mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 1,75. Maroko unggul dalam jumlah tembakan dengan 20 percobaan dan xG 2,19, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran.