SEATTLE, celotehriau.com - Tim nasional Amerika Serikat sukses memastikan diri melangkah ke babak gugur Piala Dunia setelah menumbangkan rival Grup D mereka, Australia, dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini diraih dalam laga sengit yang digelar di Stadion CenturyLink Field, Seattle, Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB.
Keberhasilan ini mengukuhkan dominasi The Stars & Stripes yang tercatat selalu berhasil lolos dari fase grup dalam empat edisi Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti. Hebatnya lagi, sebagai salah satu tuan rumah bersama, Amerika Serikat berhasil mengunci tiket lolos lebih cepat tanpa harus menggantungkan nasib di laga terakhir fase grup.
Sebelum laga dimulai, tensi pertandingan sudah memanas lewat keputusan berani pelatih Australia, Tony Popovic. Ia memilih memasang kiper muda berusia 22 tahun, Patrick Beach, dan mencadangkan kapten tim sekaligus kiper senior Mathew Ryan.
Beach sendiri sebenarnya tampil gemilang di laga perdana dengan melakukan delapan penyelamatan penting saat menjaga kesucian gawang Australia dari gempuran Turki.
Namun, magis kiper muda Australia tersebut runtuh di hadapan publik Seattle. Memanfaatkan status sebagai tuan rumah, Amerika Serikat langsung tancap gas sejak menit awal demi mengejar rekor bersejarah yakni memenangkan dua laga pembuka Piala Dunia secara beruntun untuk pertama kalinya sejak tahun 1930.
Ambisi besar itu langsung membuahkan hasil saat pertandingan baru berjalan sepuluh menit. Berawal dari umpan terobosan cerdik Antonee Robinson di sisi kiri, Folarin Balogun berhasil adu cepat dengan bek Australia, Alessandro Circati. Balogun kemudian melepaskan umpan silang mendatar ke mulut gawang yang salah diantisipasi oleh Cameron Burgess, sehingga bola justru bersarang ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut membawa AS unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Australia terpaksa bermain bertahan untuk meredam gelombang serangan Amerika Serikat yang kian bersemangat. Meski skuad Socceroos sempat mendapat sedikit napas buatan saat jeda minum (hydration break) dan beberapa momentum penghentian laga, lini pertahanan mereka akhirnya jebol lagi tepat sebelum turun minum.
Pada masa injury time babak pertama, tendangan keras Sergino Dest dari luar kotak penalti sempat membentur bek lawan dan melambung tinggi di udara. Di saat barisan pertahanan Australia lengah, Alex Freeman dengan jeli membaca arah bola dan langsung menyundulnya masuk ke gawang Beach dari jarak dekat. Skor 2-0 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Amerika Serikat tidak menurunkan intensitas serangan. Mereka nyaris menambah keunggulan lewat Folarin Balogun yang menerima umpan matang dari Tyler Adams. Sayangnya, Balogun tidak se-klinis saat mencetak dua gol di laga perdana, sehingga tendangannya masih bisa diblok dengan baik oleh Circati.
Australia bukan tanpa perlawanan. Mereka mencoba bangkit lewat skema serangan balik cepat setelah pelatih memasukkan pemain muda berbakat, Nestory Irankunda. Masuknya Irankunda terbukti memberikan suntikan energi baru bagi lini serang Australia, namun sayang peluang yang didapatkan oleh Cristian Volpato maupun Connor Metcalfe masih belum menemui sasaran.
Menjelang akhir pertandingan, atmosfer di lapangan sempat memanas. Gesekan antar pemain dari kedua tim tidak terhindarkan akibat tingginya tensi laga, meski akhirnya situasi dapat diredam oleh wasit hingga peluit panjang berbunyi.
Dengan hasil ini, Amerika Serikat mencatatkan rekor impresif dengan delapan kemenangan beruntun di Seattle. Mereka resmi menyusul Meksiko, sesama tim tuan rumah, ke babak 32 besar, sementara Kanada juga berpeluang besar untuk segera menyusul langkah kedua tetangganya tersebut.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat posisi Australia berada di ujung tanduk. Empat tahun lalu di Qatar, mereka sempat mengukir sejarah dengan lolos ke babak gugur untuk kedua kalinya sepanjang sejarah. Kini, untuk mengulang keajaiban tersebut, Harry Souttar dan kawan-kawan wajib mengamankan minimal hasil imbang saat menghadapi Paraguay pada laga penentu mendatang.
