Mengenal Kiper Paraguai Orlando Gill yang Jadi Mimpi Buruk Jerman

Mengenal Kiper Paraguai Orlando Gill yang Jadi Mimpi Buruk Jerman

celotehriau.com - Timnas Jerman secara mengejutkan dipaksa meninggalkan ajang Piala Dunia 2026 oleh Paraguai, Selasa (30/6/2026). Lewat babak adu penalti, Der Panzer terpaksa pulang menanggung malu karena tiga dari enam pemain mereka gagal mengeksekusi tendangan penalti dengan baik.

Dua tendangan penalti dari Kai Havertz dan Nick Woltemade justru ditangkap dengan sempurna oleh kiper Paraguai, Orlando Gill. Satu tendangan lagi dari Jonathan Tah justru melayang ke atas gawang Orlando Gill.

Jika menunjuk satu nama, keberhasilan Paraguai melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan menyingkirkan Jerman memang harus diarah ke Orlando Gill.

Selama 121 menit ia berhasil menahan gempuran skuad Jerman. Kiper bertubuh raksasa ini memberikan rasa aman yang baik saat Paraguai memilih skema bertahan total guna meladeni Jerman.

Ada catatan menarik yang diulas oleh La Gazetta dello Sport yang dikutip Selasa (30/6/2026) terkait sosok Orlando Gill. Siapa sangka Orlando Gill adalah seorang pria yang empat tahun lalu harus menjual segala harta bendanya demi bertahan hidup.

“Empat tahun lalu, Orlando Gill hampir tidak memiliki apa-apa selain sarung tangan kipernya. Ketika putranya, Lautaro Daniel, lahir dan jatuh sakit, Gill yang saat itu bermain di tim muda Club Sportivo San Lorenzo (klub kota kelahirannya) tidak mampu membayar biaya rumah sakit, tagihan listrik, dan kebutuhan sehari-hari,” tulis La Gazetta dello Sport.

Demi menyambung hidup dan menyelamatkan anaknya, Gill terpaksa menjual pakaian, sepatu, kaus, dan apa saja yang ia miliki. Ia bahkan merelakan jersei bersejarah yang ia kenakan di Kejuaraan Amerika Selatan U-20 2019, sebuah benda yang menjadi simbol impian masa kecilnya membela negara.

Kisah memilukan ini sempat dibagikan oleh istrinya, Melissa, di media sosial setelah Paraguai memastikan tiket ke Piala Dunia.

"Saat Lauti (putra mereka) lahir, kami tidak punya apa-apa. Orlando menjual baju-baju dari klub lamanya. Anak kami berjuang demi hidupnya, dan ayahnya selalu ada di sana. Itu tidak mudah, tetapi dengan cinta dan pengorbanan, tidak ada yang mustahil," tulis Melissa dalam unggahan yang viral di seluruh dunia.

Berkah dari "Ancaman" Sang Pelatih
Karier Gill sebagai penjaga gawang sebenarnya dimulai dari sebuah ketidaksengajaan. Saat masih kecil, pria berusia 26 tahun yang kini membela klub Argentina, San Lorenzo de Almagro, ini sebenarnya bermain sebagai striker.

Memiliki tinggi badan hampir dua meter (199 sentimeter), ia adalah pemain tertinggi di timnya. Suatu hari, salah satu pelatih pertamanya memberikan pilihan keras: "Kamu mau jadi kiper, atau duduk saja di bangku cadangan?" Gill memilih opsi pertama, dan pilihan itu mengubah jalan hidupnya selamanya.

Postur raksasanya inilah yang malam ini membuat para pemain Jerman seperti frustrasi di bawah mistar gawang.

Sebelum menjadi mimpi buruk Jerman, nama Gill sudah lebih dahulu meroket di fase grup saat ia tampil tak terkalahkan dan menyingkirkan Turki yang dilatih Vincenzo Montella. Keajaiban itu berlanjut di babak gugur.

Melawan Jerman yang menguasai 77% penguasaan bola, Gill menunjukkan mentalitas baja yang terbentuk dari kerasnya perjuangan hidup. Refleksnya saat menepis sundulan jarak dekat Kai Havertz di waktu normal, ketenangannya saat menganulir gol Jonathan Tah via VAR, hingga aksi magisnya menepis dua penalti Jerman di babak tos-tosan adalah bukti nyata kelasnya.

Menariknya, dalam sebuah wawancara lama, Gill pernah berseloroh tentang kecintaannya pada penalti, "Kadang saya meminta pelatih untuk membiarkan saya mengeksekusi penalti."

Pagi ini, ia tidak perlu mengeksekusi penalti, karena ketangguhannya menepis tendangan penalti lawan sudah lebih dari cukup untuk membawa Paraguai melenggang ke babak 16 besar. Kisah Orlando Gill adalah bukti sahih dari panggung Piala Dunia 2026: bahwa seseorang bisa bangkit dan meruntuhkan raksasa dunia, bahkan ketika mereka pernah memulai semuanya dari bukan siapa-siapa.

Berita Lainnya

Index