Bertemu di Semifinal Piala Dunia 2016, Lamine Yamal Sebut Prancis Harus Takut pada Spanyol

Bertemu di Semifinal Piala Dunia 2016, Lamine Yamal Sebut Prancis Harus Takut pada Spanyol

AS, celotehriau.com - Tensi menjelang babak semifinal Piala Dunia 2026 semakin memanas. Prancis dan Spanyol akan bertemu pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Menariknya, bintang muda Spanyol Lamine Yamal malah sudah sesumbar terkait pertandingan itu.

Yamal dengan percaya diri menyatakan bahwa Prancis seharusnya menaruh rasa takut kepada tim Matador. Spanyol sendiri berhasil mengamankan tiket ke semifinal setelah mendepak Belgia dengan skor 2-1 pada laga hari Jumat lalu, berkat gol telat Mikel Merino di menit ke-88.

Pada babak semifinal nanti, Spanyol sudah ditunggu oleh Prancis yang sehari sebelumnya sukses melaju setelah menumbangkan tim kejutan asal Afrika, Maroko, dengan skor meyakinkan 2-0. Pertandingan di Texas nanti akan menjadi pertemuan ketiga antara Spanyol dan Prancis dalam tiga tahun terakhir.

Dalam dua bentrokan besar sebelumnya, La Roja selalu keluar sebagai pemenang, yakni saat menyingkirkan Les Bleus pada semifinal Piala Eropa (Euro) 2024 dan kembali menumbangkan mereka di ajang UEFA Nations League 2025.

"Jika ada tim yang harus ditakuti oleh Prancis, tim itu adalah kami," ujar Yamal setelah kemenangan emosional Spanyol atas Belgia di SoFi Stadium, California dikutip ESPN, Sabtu (11/7/2026).

Yamal mengatakan pernyataan itu bukan tanpa sebab. Ia mengatakan Spanyol sudah pernah dua kali mengalahkan Prancis. Selain itu selama perhelatan Piala Dunia 2026, sebelum bertemu Belgia, Spanyol memiliki catatan yang impresif karena tidak pernah kebobolan.

"Jujur saja, saya pikir kami adalah dua tim terbaik di Piala Dunia ini, jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti, tetapi kami sama sekali tidak punya rasa takut," jelasnya.

Bagi Spanyol, ini merupakan semifinal Piala Dunia kedua sepanjang sejarah mereka, dan yang pertama sejak mereka keluar sebagai juara dunia pada tahun 2010 silam. Pada sisi lain, Prancis mengusung misi besar untuk mencapai final Piala Dunia tiga kali berturut-turut, setelah sebelumnya berhasil menjadi juara pada 2018 di Rusia dan menjadi runner-up di Qatar empat tahun lalu.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, juga mengakui bahwa ekspektasi untuk pertandingan mendatang akan sangat tinggi. Ia menegaskan bahwa anak asuhnya sangat sadar akan potensi besar yang dimiliki Prancis, namun ia tetap optimis. Menurut De la Fuente, Spanyol memiliki kualitas yang mumpuni untuk kembali menumbangkan Prancis dalam laga yang diprediksi akan menguras energi dan menuntut performa terbaik dari timnya.

Meskipun Spanyol datang ke turnamen di Amerika Utara ini sebagai salah satu tim favorit juara, perjalanan mereka sebenarnya tidak terlalu mulus. Langkah awal mereka sempat tertatih setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde, sebelum akhirnya bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi dan Uruguai untuk lolos dari fase grup. Di fase gugur, setelah menang atas Austria, Spanyol harus bersusah payah dan bergantung pada gol menit-menit akhir dari Mikel Merino untuk mendepak Portugal dan Belgia.

Yamal, yang sempat berjuang pulih dari cedera hamstring demi bisa tampil di Piala Dunia ini, membela performa timnya yang dinilai kurang meyakinkan oleh sebagian pihak. Penyerang sayap Barcelona ini menjelaskan bahwa strategi bertahan total yang diterapkan oleh tim lawan membuat Spanyol kesulitan untuk tampil dominan dan menghibur.

"Mungkin terlihat seolah-olah kami tidak bermain dengan hebat, tetapi itu karena setiap tim yang kami hadapi selalu menumpuk pemain di lini pertahanan mereka sendiri. Tidak ada yang berani bermain terbuka melawan kami. Namun pada akhirnya, hari ini kami menang lagi, dan itulah hal yang paling penting," pungkas Yamal yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-19 sehari sebelum laga semifinal tersebut.

Berita Lainnya

Index