Piala Dunia 2026: Hadapi Argentina, Xhaka Yakin Swiss Bisa Ciptakan Kejutan

Piala Dunia 2026: Hadapi Argentina, Xhaka Yakin Swiss Bisa Ciptakan Kejutan

celotehriau.com – Kapten timnas Swiss Granit Xhaka mengajak para pendukung negaranya untuk terus bermimpi menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan juara bertahan Argentina, Minggu (12/7/2026).

Xhaka menegaskan Swiss datang bukan sekadar untuk bertanding, tetapi memburu sejarah dengan lolos ke semifinal untuk pertama kalinya.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan di Kansas City, gelandang berusia 33 tahun itu mengatakan seluruh tim siap memberikan kemampuan terbaik demi menyingkirkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi.

"Mengenai para penggemar, teruslah bermimpi. Saya selalu menjadi orang yang bermimpi dan mimpi bisa menjadi kenyataan," kata Xhaka dilansir Tribal Football, Jumat (11/7/2026).

Menurut mantan pemain Arsenal dan Bayer Leverkusen itu, mimpi besar hanya bisa diwujudkan melalui kerja keras dan keberanian untuk melampaui batas kemampuan.

"Jika ingin mewujudkan mimpi, kami harus bekerja keras, berjuang, memberikan 100% kemampuan, dan terkadang melakukan sesuatu yang baru. Kami harus mendorong batas kemampuan jika ingin mengalahkan Argentina. Saya yakin tim ini sudah siap," ujarnya.

Siapkan Strategi Redam Lionel Messi

Salah satu perhatian utama jelang pertandingan adalah bagaimana Swiss akan menghentikan Lionel Messi, yang menjadi salah satu pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia 2026.

Xhaka mengakui menghentikan Messi selama 90 menit bukan pekerjaan mudah. Namun, ia yakin Swiss bisa membatasi ruang gerak peraih delapan Ballon d'Or tersebut dengan permainan kolektif.

"Saya tidak tahu apakah kami bisa menghentikannya selama 90 menit. Itu akan sangat sulit," ujar Xhaka.

Menurutnya, kunci menghadapi Messi adalah menjaga jarak antarlini, menutup ruang, dan menguasai bola sebanyak mungkin. "Kami harus bermain kompak, menutup celah, dan tidak memberinya terlalu banyak ruang. Ketika kami menguasai bola, dia juga tidak akan banyak bergerak," katanya.

Swiss Ingin Ukir Sejarah Baru

Bagi Xhaka, pertandingan melawan Argentina menjadi salah satu momen terbesar sepanjang karier profesionalnya.

Swiss terakhir kali mencapai perempat final Piala Dunia pada 1954, saat menjadi tuan rumah turnamen. Kini, mereka berpeluang mencatat sejarah dengan lolos ke semifinal untuk pertama kalinya.

"Setelah 72 tahun, bisa berada di sini bersama Swiss dan bermain melawan juara bertahan membuat saya sangat bangga tetapi saya tidak datang hanya untuk berbicara. Saya ingin melangkah lebih jauh," tegas Xhaka.

Ia menambahkan seluruh pemain memiliki motivasi tinggi untuk menciptakan kejutan. "Kami sangat lapar. Sekarang kami hanya perlu menunjukkan seberapa besar keinginan kami di lapangan. Saya yakin kami benar-benar bisa merepotkan Argentina," pungkasnya.

Berita Lainnya

Index