SIAK, Celotehriau.com - Sejumlah tokoh masyarakat, kepala daerah, mantan pejabat, akademisi, dan unsur pemangku kepentingan dari wilayah pesisir Provinsi Riau menghadiri Forum Silaturahmi dan Musyawarah Perwakilan Masyarakat Provinsi Riau Wilayah Bagian Pesisir yang digelar di Hotel The Zuri Dumai, Sabtu 26 Juli 2026.
Forum tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi dan komitmen dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi baru di wilayah pesisir Provinsi Riau yang meliputi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Dumai, Paisal, Bupati Rokan Hilir, Bistamam, mantan Anggota DPD RI, Instiwati Ayus, Anggota Dprd Prop. Riau, Anggota Drpd kabupaten/kota, asisten 1 pemerintah kab siak. serta sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Sedangkan dari siak diwakili oleh Fauzi Asni asisten 1, H. Syarif wakil ketua DPRD Siak, Tengku Muhammad Anggota DPRD siak, dan tokoh masyarakat H. Makmur, Tengku Muhazza, Idrus dan Lilik Rahayu.
Dalam forum tersebut, panitia memaparkan hasil studi kelayakan pembentukan Provinsi Baru di Wilayah Pesisir Provinsi Riau yang telah disusun sebagai dasar perjuangan pembentukan daerah otonom baru.
Adapun agenda pokok musyawarah meliputi membangun kesepahaman dan kesepakatan bersama dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi baru di wilayah Riau Bagian Pesisir, menetapkan Ketua Panitia Kerja beserta dua orang tim formatur penyusunan perangkat kepanitiaan, menyepakati usulan nama Provinsi baru, serta menetapkan usulan nama ibu kota Provinsi baru.
Para peserta forum menilai pembentukan Provinsi Riau Pesisir diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir yang memiliki potensi sumber daya alam dan letak strategis.
Tengku Muhazza perwakilan dari kabupaten siak mengusulkan nama untuk propinsi daerah pesisir yang terdiri dari Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Meranti, Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir adalah 'Propinsi Siak Indrapura' mengingat sejarah dizaman kerajaan siak daerah ini merupakan wilayah kesultanan Siak.
"Kita tahu jasa Sultan Siak kepada negara amatlah besar sultan memberikan 13 juta golden untuk pembentukan negara Republik indonesia dan nama Siak sudah terkenal di tingkat internasional. Kami mengharapkan dengan nama Propinsi Siak Indrapura dengan tuah Sultan Siak dan jasa-jasa sultan Siak, semoga DPRI dan pemerintah negara kita menyetujui pembentukan provinsi baru daerah pesisir timur ini," ungkapnya.
Sedangkan untuk letak ibu kotanya lanjutnya mengatakan, bisa di Kota Dumai, Bengkalis, Rohil, Meranti ataupun Siak sendiri, tergantung kesepakatan kepala daerah.
"Kita pun mengharapkan walikota Dumai bisa duduk bersama dengan kepala daerah kabupaten lainnya dan DPRD Kabupaten agar persyaratan utk menjadi propinsi bisa segera disiapkan. Begitu juga dengan Gubernur Rau dan DPRD prop Riau, pada prinsipnya Kabupaten Siak setuju adanya pembentukan provinsi baru ini. Jika tujuannya utk mensejahterakan masyarakat pesisir ini," pungkasnya.
