Berantas Narkoba, Polda Riau Ungkap 5 Daerah ini Rawan

Ahad, 14 Maret 2021 - 20:46:32 WIB Cetak

Para tersangka narkotika saat dihadirkan dalam pengungkapan kasus narkoba pada operasi antik lancang kuning di Polda Riau.(ist)

 

PEKANBARU - Polda Riau mengungkap peredaran narkotika sejak awal 2021 hingga pertengahan Maret. Dari pengungkapan pada operasi antik lancang kuning 2021 tersebut, sebanyak 316 kasus yang diungkap dan 463 orang telah ditangkap polisi.

Para tersangka pun dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Polda Riau, Minggu (14/3/2021) pagi.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan, bahwa dari 463 tersangka itu ada sebanyak 42,19 kilogram sabu-sabu, 50.236 butir pil ekstasi dan 1,12 kilogram ganja yang disita oleh polisi.

Ia menjelaskan, adapun daerah di Riau yang rawan peredaran narkotika tersebut yaitu ada di 5 daerah.

"Tren daerah pengedar dan pengguna narkotika yaitu di kota Pekanbaru yang meliputi sekitar wilayah Kecamatan Tampan, Kecamatan Senapelan
(kampung dalam), Kecamatan Bukitraya, Kecamatan Rumbai Pesisir, dan Kecamatan Pekanbaru Kota (Jalan Pangeran Hidayat)," kata Sunarto, Minggu (14/3/2021).

Kemudian, jelasnya, di daerah Kabupaten Rokan Hilir wilayah rawan narkoba di Kecamatan Bagan Sinembah,
Kecamatan Bangko dan Kecamatan Pujud.

"Lalu Kabupaten Bengkalis di sekitar Kecamatan Mandau dan Kota Dumai di sekitar pusat Kota Dumai," ungkapnya.

Di sisi lain, Sunarto menjelaskan bahwa para tersangka yang telah ditangkap Polda Riau dalam pengungkapan kasus narkotika sejak awal tahun ini dominan oleh pengangguran dan buruh.

Sementara pengguna paling banyak di usia produktif, antara 26 sampai 55 tahun.


"Pengedar narkoba yang banyak ditangkap berperan sebagai kurir dikarenakan upah yang di terima berkisar 10 sampai 20 juta rupiah.
Dan peredaran narkoba masih banyak di kendalikan dari narapidana di Lembaga Pemasyarakatan," jelasnya.

Ada pun rinciannya, Sunarto menyebut bahwa dari 463 tersangka itu ada 2 orang PNS, kemudian pekerja swasta 79 orang, wiraswasta 170 orang, petani 57 orang, mahasiswa 4 orang, pelajar 15 orang, buruh 50 orang dan pngangguran 86 orang.



Tulis Komentar +
Berita Terkait+