Infrastruktur hingga Banjir Jadi Atensi DPRD Pekanbaru

Jumat, 13 September 2024 | 08:19:00 WIB

PEKANBARU - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel menyoroti berbagai persoalan yang ada di Kota Bertuah. Persoalan itu menjadi fokus utamanya, pasca dilantik sebagai anggota legislatif periode 2024-2029 pekan lalu.

Kata Roni Amriel, ada tiga masalah yang akan menjadi prioritas, yaitu ekonomi, infrastruktur, dan pendidikan. “Pertama, kita ingin menggerakkan ekonomi masyarakat. Ini yang nanti akan kita terjemahkan dalam kewenangan kita di DPRD,” ujar Roni, Kamis (12/9/2024).

Menurutnya, pengembangan ekonomi lokal menjadi prioritas utama yang akan diupayakan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Fokus kedua yang ia soroti adalah permasalahan infrastruktur. "Kita semua merasakan, termasuk jurnalis yang juga masyarakat, jalanan yang rusak dan drainase yang seharusnya tidak menyebabkan banjir namun tetap banjir. Ini menjadi atensi kami," jelasnya dengan tegas.

Ia menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur untuk mendukung kualitas hidup masyarakat. Pada sektor pendidikan, ia mengakui terdapat berbagai tantangan, terutama pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak berada di bawah kewenangan pemerintah kota, melainkan provinsi.

"Pendidikan yang paling ribet itu masalah SMA, karena itu bukan kewenangan kota. Kota hanya mengurus TK, SD, dan SMP," terangnya.

Namun, ia juga menyoroti permasalahan zonasi yang masih menjadi keluhan masyarakat. Banyak anak-anak yang tinggal dekat dengan sekolah hanya terhalang jarak beberapa meter, namun tetap tidak bisa masuk karena sistem zonasi yang kurang fleksibel.

"Ini yang harus kita berikan solusi yang tepat sehingga tidak ada alasan lagi anak-anak tidak sekolah atau berhenti sekolah gara-gara zonasi," tambahnya.

Sebagai langkah konkret, ia bersama anggota DPRD dari daerah pemilihan satu akan memperjuangkan penyelesaian masalah tersebut, termasuk dengan memperhatikan daya tampung sekolah negeri yang tidak mencukupi.

"Misalnya, SMP Negeri itu tidak bisa menampung lagi, kita harus membangun infrastruktur sekolah, ya kita bangun tetapi kita juga harus pikirkan sekolah-sekolah swasta. Kalau semua daerah cukup dengan sekolah negeri, sekolah swasta akan mati. Ini yang harus kita pikirkan bersama," tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kerjasama antar anggota dewan untuk mencari solusi terbaik bagi permasalahan pendidikan di Pekanbaru. "Ini tanggung jawab kami sebagai dewan terpilih, bukan hanya saya tapi semua anggota DPRD dari pemilihan satu," pungkasnya.

Terkini