PEKANBARU - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) akan melantik kepengurusan baru periode 2024-2029 setelah melalui proses pemilihan dalam Musyawarah Nasional (Munas) V yang digelar di Medan.
Dimana dalam Munas tersebut, 22 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKASINDO yang memiliki hak suara secara aklamasi kembali memilih Gulat ME Manurung sebagai Ketua Umum untuk periode kedua yakni 2024 - 2029.
Direncanakan pelantikan pengurus baru ini akan berlangsung Rabu, (9/10/2024), di Auditorium Kementerian Pertanian.
APKASINDO, yang didirikan pada tahun 2000, telah menjadi wadah perjuangan para petani kelapa sawit di Indonesia selama lebih dari dua dekade. Dalam perjalanannya, APKASINDO telah mengalami pergantian kepemimpinan secara demokratis.
Gulat, yang sudah memimpin selama satu periode, akan kembali mengemban amanah untuk memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan.
Gulat menjelaskan, di periode keduanya ini, kepengurusan kali ini lebih besar dan dinamis dibandingkan sebelumnya.
"Kepengurusan periode kedua ini lebih gemuk karena adanya penambahan bidang-bidang baru, terutama di sektor hilir dan hubungan luar negeri. Penambahan ini sesuai dengan perkembangan pesat di industri kelapa sawit dalam lima tahun terakhir," ungkapnya kepada CAKAPLAH.Com, Senin (7/10/2024).
Gulat menambahkan bahwa APKASINDO sebagai organisasi yang menaungi petani sawit harus siap menghadapi tantangan ke depan.
"Kami harus bisa bersinergi dengan korporasi dan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan industri sawit, baik dari segi produktivitas maupun keberlanjutan lingkungan," ujarnya.
Lebih jauh, Gulat menjelaskan, acara pelantikan akan dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko. Selain itu, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga dijadwalkan hadir untuk memberikan arahan kepada pengurus baru APKASINDO.
Tidak hanya melibatkan pengurus dari 22 provinsi, pelantikan kali ini juga akan dihadiri oleh pengurus dari tiga DPW baru, yaitu Papua Selatan, Papua Tengah, dan Jawa Timur.
Menurut Gulat, pelantikan ini juga akan dihadiri oleh perwakilan dari 23 kampus mitra SDM Ditjenbun-BPDPKS, duta besar negara tujuan ekspor sawit, serta tamu-tamu VVIP lainnya. Kehadiran berbagai pihak penting ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pengurus baru untuk menjalankan tugasnya dengan lebih baik.
Setelah pelantikan, akan digelar Workshop Tata Kelola Sawit yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama akan membahas penguatan tata kelola sawit, sementara sesi kedua akan fokus pada dukungan stakeholder dalam hilirisasi tandan buah segar (TBS) petani sawit.
"Topik-topik yang diangkat dalam workshop ini sangat relevan dengan isu-isu terkini di sektor sawit, seperti penundaan European Union Deforestation Regulation (EUDR), kebijakan biodiesel dan pangan domestik, serta tajamnya penurunan tarif impor CPO oleh India. Selain itu, workshop ini juga akan membahas tantangan dan peluang sawit di masa transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Presiden terpilih Prabowo Subianto," ulasnya.
Gulat menegaskan bahwa APKASINDO mendukung penuh kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Kami berharap di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, industri sawit Indonesia semakin kokoh. Kami, petani sawit, siap mendukung setiap kebijakan yang memperkuat sektor sawit, baik di pasar domestik maupun internasional," tuturnya.