Sempat Jadi Sejarah, Covid-19 Muncul Lagi di China

Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:00:00 WIB

BEIJING (celotehriau.com).– Kasus Covid-19 kembali muncul dan menunjukkan tren peningkatan di China. Meski jumlah kasus infeksi bertambah, otoritas kesehatan setempat menegaskan situasi masih berada dalam pola penyebaran musiman yang terkendali dan belum menunjukkan tanda-tanda lonjakan yang mengkhawatirkan.

Mengutip laporan Asia One, Senin (3/8/2026), menurut sumber-sumber di Beijing yang mengetahui informasi kesehatan, pada Ahad (2/8/2026) berdasarkan data yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (China CDC), tingkat positif Covid-19 di kalangan pasien dengan gejala mirip influenza atau influenza-like illness (ILI) terus meningkat. Pada pekan keempat Juli 2026, yakni 20-26 Juli, angka positif mencapai 20,3%.

Artinya, sekitar satu dari lima sampel pernapasan yang diambil dari pasien bergejala di layanan rawat jalan dan instalasi gawat darurat rumah sakit di seluruh Chinaa dinyatakan positif Covid-19. Otoritas mencatat, tingkat positif meningkat 4 poin persentase dari pekan sebelumnya.

Meski demikian, China CDC menyatakan kenaikan tersebut masih mencerminkan pola epidemi sedang yang sejalan dengan fluktuasi musiman dalam 2 tahun terakhir.

"Pola ini konsisten dengan fluktuasi periodik normal dan serupa dengan tren epidemi yang terlihat selama dua tahun terakhir," bunyi keterangan China CDC.

Berdasarkan hasil pemantauan, garis keturunan varian NB.1.8.1 menjadi varian yang paling banyak ditemukan dalam kasus terbaru di China. Sementara itu, dari sisi wilayah, tingkat positif Covid-19 tercatat lebih tinggi di wilayah selatan dibandingkan wilayah utara. Sedangkan berdasarkan kelompok usia, penyebaran tertinggi terjadi pada penduduk berusia 15 hingga 59 tahun.

Otoritas kesehatan China juga menegaskan sebagian besar kasus yang terdeteksi saat ini hanya menimbulkan gejala ringan. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai lonjakan angka kematian yang berkaitan dengan peningkatan kasus tersebut.

Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Kelompok lanjut usia serta penderita penyakit kronis yang termasuk dalam kategori rentan dinilai berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat apabila terinfeksi virus.

Terkini